
Alasan Saat Umroh Harus Melakukan Sa’i Selama Tujuh Kali
Mengapa ibadah Sa’i dilakukan sebanyak tujuh kali? Simak makna tujuh perjalanan Sa’i dan kisah perjuangan Siti Hajar yang penuh keteladanan.

Bagi sahabat yang pernah melaksanakan ibadah Umroh dan Haji, Sa’i menjadi salah satu rukun yang cukup menguras energi. Kita harus berlari-lari kecil dan berjalan bolak-balik di jalan khusus yang menghubungkan Bukit Shafa dan Bukit Marwah sebanyak tujuh kali. Nah, pernahkah sahabat bertanya-tanya kenapa ya ibadah Sa’i harus dilakukan tujuh kali? Kenapa tidak tiga, lima, atau sepuluh saja?
Ternyata, ada alasan khusus yang berkaitan erat dengan perjuangan seorang Ibu di dalamnya loh. Selain itu, tersimpan pelajaran kehidupan manusia yang tak kenal menyerah di balik perjalanan tujuh kali bolak-balik kedua bukit ini. Berikut adalah ulasan lengkapnya pada artikel di bawah ini!
Perjuangan dan Kasih Sayang Ibunda Siti Hajar

Alasan paling utama di balik ketetapan ibadsh Sa’i adalah untuk mengenang kisah Siti Hajar, istri dari Nabi Ibrahim AS sekaligus ibunda dari Nabi Ismail AS. Dahulu kala, Siti Hajar dan Nabi Ismail yang masih bayi ditinggalkan oleh Nabi Ibrahim AS di lembah Makkah yang tandus, gersang, dan tidak berpenghuni atas perintah dari Allah SWT. Ketika perbekalan air habis dan Nabi Ismail menangis kehausan, Siti Hajar tidak diam berpangku tangan.
Dengan penuh rasa tanggungjawab seorang ibu, beliau berlari menuju Bukit Shafa untuk mencari bantuan atau tanda-tanda keberadaan air. Tidak menemukan apapun, Siti Hajar berlari menuju Bukit Marwah. Proses berlari bolak-balik antara kedua bukit tersebut dilakukan sebanyak tujuh kali berturut-turut.
Pada putaran ketujuh saat tiba di Bukit Marwah, Allah SWT membalas kegigihan dan ikhtiar Siti Hajar dengan memancarkan mata air suci yang tidak pernah kering di dekat kaki Nabi Ismail bernama air zamzam.
Baca Juga : Umroh Murah Mulai 25 Jutaan, Ini yang Perlu Dipersiapkan
Filosofi Angka Tujuh dalam Ajaran Islam

Dalam literatur Islam, angka tujuh memegang peranan simbolis yang sangat istimewa dan sering muncul dalam berbagai konteks penciptaan. Mulai dari penciptaan 7 lapis langit dan 7 lapis bumi, Thawaf yang menglilingi Ka’bah sebanyak 7 kali, dan jumlah hari dalam satu minggu terdiri dari 7 hari.
Angka tujuh seringkali melambangkan kesempurnaan, ketuntasan, dan kepasrahan yang bulat. Dengan begitu, tujuh putaran Sa’i menjadi pertanda bahwa seorang hamba telah menuntaskan ikhtiarnya secara sempurna, sebelum akhirnya tawakal sepenuhnya pada kepurusan Allah SWT.

Setiap langkah kaki yang kita ambil dari Bukit Shafa dan Marwah menjadi saksi bisu atas ikhtiar dan ketulusan cinta kita kepada Allah SWT.
Baca Juga : Botak atau Potong Pendek Saat Tahallul, Mana Yang Utama?
Jika sahabat ingin merasakan sendiri syahdunya melakukan Sa’i dan Tawaf di Tanah Suci, dengan fasilitas yang lengkap, dan perjalanan ibadah yang sudah terencana tanpa dibanderol harga mahal, yuk wujudkan ibadah Umroh sahabat bersama LCU!


