
Mengenal Qarnul Manazil : Tempat Miqat Rasulullah di Thaif
Mengenal sejarah Qarnul Manazil, miqat jemaah dari arah timur Mekkah yang memiliki kaitan dengan perjalanan Rasulullah SAW ke Thaif..

Bagi jemaah haji maupun umroh, miqot menjadi salah satu hal penting yang perlu diketahui sebelum memulai ibadah. Salah satu tempat miqot yang sering digunakan adalah Qarnul Manazil, khususnya bagi jemaah yang datang dari arah timur Mekkah.
Qarnul Manazil juga memilikki nilai sejarah yang erat dengan perjalanan dakwah Nabi Muhammad SAW ke Thaif. Tempat ini menjadi salah satu lokasi yang menyimpan kisah penting tentang keteguhan dan kasih sayang Rasulullah SAW dalam menghadapi penolakan kaum nya.
Apa itu Qarnul Manazil?
Qarnul Manazil merupakan miqot bagi penduduk Najd, penduduk sekitar Teluk, serta mereka yang melewati jalur Riyadh -Thaif. Saat ini, Qarnul Manazil juga dikenal dengan nama As – Sail Al – Kabir. Lokasinya berada di jalur antara Thaif dan Makkah dan menjadi salah satu titik miqot yang penting bagi jemaah yang datang dari arah tersebut.
Qarnul Manazil berjarak sekitar 94 kilometer dari Kota Mekkah. Kawasannya berada di antara pegunungan batu dan menjadi salah satu titik miqot yang dilengkapi berbagai fasilitas untuk jemaah.
Kisah Qarnul Manazil dan Perjalanan Rasulullah
Dibalik fungsinya sebagai tempat miqot. Qarnul Manazil memilikki sejarah yang begitu erat dengan perjalanan Rasulullah ke Thaif. Peristiwa tersebut terjadi pada tahun ke 10 kenabian, sekitar 619 Masehi. Saat itu, Rasulullah SAW pergi pergi ke Thaif untuk menyampaikan dakwah islam. Namun, dakwah beliau mendapat penolakan keras dari penduduk setempat.
Tidak hanya menolak dakwah, Rasulullah SAW juga mendapatkan perlakuan yang menyakitkan. Beliau kemudian meninggalkan Thaif dalam keadaan sedih dan kembali menuju Makkah.
Dalam perjalanan tersebut, ketika Rasulullah SAW sampai di kawasan Qarn Al-Manazil, datanglah Malaikat Jibril bersama Malaikat Penjaga Gunung.
Sebagaimana diriwayatkan Imam Bukhari, Malaikat Penjaga Gunung menawarkan kepada Rasulullah SAW untuk menimpakan dua gunung kepada penduduk Thaif sebagai balasan atas perlakuan mereka.
Namun, Rasulullah SAW justru tidak memilih untuk membalas mereka. Beliau berharap agar keturunan mereka kelak menjadi orang-orang yang menyembah Allah dan tidak menyekutukan – Nya.
Kisah ini menjadi salah satu gambaran tentang besarnya kasih sayang Rasulullah SAW. Meskipun mendapatkan penolakan dan perlakuan buruk, beliau tetap memilih mendoakan kebaikan dan berharap generasi setelah mereka menerima hidayah.
Baca Juga : Sejarah Bir Ali, Tempat Miqot Favorit Para Jemaah Umroh
Lokasi dan Fasilitas Qarnul Manazil
Qarnul Manazil atau As – Sail Al – Kabir berada sekitar 94 kilometer di sebelah timur Mekkah. Lokasinya berada di jalur yang menghubungkan kawasan Thaif dengan Mekkah. Karena berada di jalur tersebut, Qarnul Manazil menjadi miqot bagi jemaah yang datang dari arah Najd dan wilayah timur Mekkah.
Bagi jemaah yang melakukan perjalanan melalui jalur darat dari arah tersebut, kawasan ini menjadi salah satu tempat untuk mempersiapkan diri sebelum memasuki wilayah Mekkah dalam keadaan ihram.
Saat ini, kawasan Qarnul Manazil telah dilengkapi fasilitas untuk mendukung kebutuhan jemaah. Salah satunya adalah Masjid As-Sailul Kabir.
Masjid ini memiliki area yang luas dan mampu menampung ribuan jemaah. Kondisinya juga dirancang agar jemaah dapat beribadah sekaligus beristirahat sejenak sebelum melanjutkan perjalanan.
Beberapa fasilitas yang tersedia antara lain:
- Area salat yang luas dan nyaman.
- Tempat wudhu.
- Kamar mandi yang terpisah untuk jemaah laki-laki dan perempuan.
- Ruang atau area untuk mengganti pakaian ihram.
- Area parkir yang luas untuk kendaraan dan bus jemaah.
- Pertokoan di sekitar masjid.
- Toko yang menjual perlengkapan haji dan umrah.
- Toko oleh – oleh serta berbagai kebutuhan perjalanan.
- Beberapa toko makanan dan minuman untuk bekal perjalanan.
Keberadaan fasilitas tersebut membuat kawasan Qarnul Manazil tidak hanya menjadi tempat penting secara sejarah dan syariat, tetapi juga cukup nyaman bagi jemaah yang melakukan perjalanan melalui jalur darat.
Sahabat, perjalanan umroh bukan hanya tentang mengunjungi Tanah Suci, tetapi juga menjadi kesempatan untuk mengenal lebih dekat berbagai tempat bersejarah yang berkaitan dengan perjalanan Rasulullah SAW. Dengan persiapan yang tepat, Sahabat bisa menjalankan ibadah dengan lebih tenang dan nyaman.

Bagi Sahabat yang sedang mencari pilihan umroh hemat, Low Cost Umroh hadir dengan program umroh budget friendly yang tetap mengutamakan kenyamanan dan kelengkapan fasilitas. Mulai dari tiket pesawat PP, visa umroh, hotel, bus AC executive, makan 3x sehari, city tour, manasik, asuransi, handling bandara, hingga pendampingan Tour Leader dan Muthowif.
Jadi, siapa bilang umroh hemat harus mengorbankan kenyamanan? Yuk, siapkan perjalanan menuju Tanah Suci bersama Low Cost Umroh dan wujudkan impian beribadah dengan biaya yang lebih terjangkau. Saatnya berangkat umroh dengan nyaman, aman, dan tetap ramah di kantong!



