
Jejak Rumah Khadijah Di Masjidil Haram, Saksi Turunnya Wahyu
Jejak Rumah Khadijah di Masjidil Haram menyimpan sejarah turunnya wahyu pertama, Tahun Kesedihan, hingga awal peristiwa Isra Mi’raj.

Bagi sahabat yang sedang atau berencana menunaikan ibadah umroh, Masjidil Haram bukan hanya menjadi tempat untuk melaksanakan tawaf dan berbagai ibadah lainnya.
Di balik kemegahan kawasan suci ini, tersimpan jejak sejarah yang sangat berharga bagi umat Islam, salah satunya adalah lokasi yang diyakini sebagai bekas Rumah Khadijah RA, tempat Rasulullah SAW membangun keluarga, menerima wahyu, hingga menghadapi berbagai ujian besar dalam perjalanan dakwahnya.
Rumah Khadijah bukan sekadar bangunan yang pernah berdiri di Kota Makkah. Tempat ini menjadi saksi lahirnya banyak peristiwa penting yang mengubah sejarah Islam.
Mulai dari turunnya wahyu pertama, dukungan luar biasa dari Siti Khadijah RA kepada Rasulullah SAW, hingga masa-masa menjelang peristiwa Isra Mi’raj.
Lokasi Rumah Khadijah di Kawasan Masjidil Haram
Dilansir dari Himpuh, menurut penerjemah resmi khutbah Masjidil Haram asal Indonesia, Ahmad Musyaddad, sebagian sejarawan meyakini bahwa lokasi bekas Rumah Khadijah berada di kawasan dekat pintu keluar Marwah, Masjidil Haram.
Kini lokasi tersebut tidak lagi berdiri sebagai sebuah bangunan, melainkan ditandai dengan ubin marmer yang memiliki corak berbeda dibandingkan lantai di sekitarnya. Meskipun sederhana, tanda tersebut menjadi pengingat akan salah satu tempat paling bersejarah dalam perjalanan dakwah Rasulullah SAW.
Ahmad Musyaddad menjelaskan bahwa rumah tersebut dikenal sebagai Rumah Khadijah karena memang dihadiahkan oleh Siti Khadijah RA kepada Rasulullah SAW setelah mereka menikah.
Keistimewaan Rumah Khadijah bahkan telah dijelaskan oleh para ulama terdahulu. Imam Al-Muhibbuddin Ath-Thabari menyebutkan bahwa Rumah Khadijah merupakan tempat paling utama di Kota Makkah setelah Masjidil Haram.
وَبَيْتُ خَدِيجَةَ الَّذِي بِمَكَّةَ أَفْضَلُ مَوْضِعٍ مِنْهَا بَعْدَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ
Artinya:
“Dan rumah Khadijah yang berada di Makkah adalah tempat paling utama (di kota tersebut) setelah Masjidil Haram.”
Hal ini menunjukkan betapa besar nilai sejarah dan kemuliaan tempat tersebut di mata para ulama.
Baca Juga : Inilah Fakta Masjidil Haram Jadi Masjid Termahal Di Dunia!
Tempat Turunnya Wahyu Pertama
Selama kurang lebih 28 tahun sejak menikah hingga hijrah ke Madinah, Rasulullah SAW tinggal bersama Siti Khadijah RA di rumah ini.
Rumah inilah yang menjadi tempat Malaikat Jibril berulang kali datang membawa wahyu dari Allah SWT kepada Rasulullah SAW. Bahkan seluruh putra-putri Rasulullah SAW dari Siti Khadijah RA lahir di rumah tersebut.
Salah satu momen paling bersejarah terjadi ketika Rasulullah SAW pulang dari Gua Hira setelah menerima wahyu pertama. Dalam keadaan menggigil karena pengalaman luar biasa tersebut, beliau langsung menemui Khadijah.
Dengan penuh kasih sayang, Khadijah menenangkan Rasulullah SAW dan menyelimuti beliau. Peristiwa ini menjadi bukti bahwa Khadijah adalah sosok pertama yang memberikan ketenangan dan dukungan saat dakwah Islam baru saja dimulai.
Khadijah, Pendamping Setia Perjuangan Rasulullah SAW
Sahabat, Siti Khadijah RA bukan hanya dikenal sebagai istri Rasulullah SAW, tetapi juga sebagai pendukung terbesar perjuangan dakwah Islam.
Beliau mengorbankan harta, tenaga, bahkan seluruh kehidupannya demi membantu Rasulullah SAW menyebarkan ajaran Islam. Kesetiaan dan kemuliaannya begitu tinggi hingga Allah SWT mengirimkan salam khusus melalui Malaikat Jibril.
Dalam sebuah riwayat disebutkan bahwa Rasulullah SAW diperintahkan untuk menyampaikan salam dari Allah SWT kepada Khadijah sebagai bentuk penghormatan atas keimanan dan pengorbanannya.
Peristiwa tersebut menjadi bukti betapa istimewanya kedudukan Khadijah di sisi Allah SWT.
Rumah yang Menjadi Saksi Tahun Kesedihan

Rumah Khadijah juga menjadi saksi salah satu masa paling berat dalam kehidupan Rasulullah SAW.
Pada tahun ke-10 kenabian, Siti Khadijah RA wafat. Tidak lama kemudian, Abu Thalib yang selama ini melindungi Rasulullah SAW juga meninggal dunia. Periode ini dikenal sebagai ‘Amul Huzni atau Tahun Kesedihan.
Kesedihan Rasulullah SAW semakin bertambah ketika dakwah beliau di Thaif mendapatkan penolakan. Beliau dihina, diusir, bahkan dilempari batu hingga tubuhnya terluka.
Saat kembali ke Makkah, Rasulullah SAW pulang ke rumah yang selama ini menjadi tempat berbagi suka dan duka bersama Khadijah. Namun kali itu, sosok yang selalu menyambut dan menguatkan beliau sudah tidak ada lagi.
Momen tersebut menjadi salah satu kisah paling mengharukan dalam sejarah perjalanan Rasulullah SAW.
Isra Mi’raj, Penghiburan dari Allah SWT
Di tengah berbagai ujian yang bertubi-tubi, Allah SWT kemudian memberikan penghiburan melalui peristiwa Isra Mi’raj.
Dari kawasan Masjidil Haram, Rasulullah SAW diperjalankan menuju Masjidil Aqsa hingga Sidratul Muntaha. Dalam perjalanan agung tersebut, beliau menerima perintah salat lima waktu yang hingga kini menjadi kewajiban setiap muslim.
Ahmad Musyaddad menjelaskan bahwa turunnya perintah salat setelah Rasulullah SAW melewati berbagai ujian mengandung pelajaran yang sangat berharga.
Seolah Allah SWT mengajarkan bahwa ketika manusia menghadapi ujian seberat apa pun, salah satu jalan terbaik untuk memperoleh ketenangan adalah dengan menjaga salat.
Peristiwa Isra Mi’raj juga menjadi titik balik yang menguatkan hati Rasulullah SAW hingga akhirnya dakwah Islam berkembang pesat setelah hijrah ke Madinah.
Kecintaan Rasulullah SAW kepada Kota Makkah
Saat Rasulullah SAW akhirnya meninggalkan Kota Makkah untuk berhijrah, beliau sempat menoleh ke tanah kelahirannya dengan penuh haru.
Beliau bersabda:
وَاللَّهِ إِنَّكِ لَخَيْرُ أَرْضِ اللَّهِ وَأَحَبُّ أَرْضِ اللَّهِ إِلَى اللَّهِ وَلَوْلَا أَنِّي أُخْرِجْتُ مِنْكِ مَا خَرَجْتُ
Artinya:
“Demi Allah. Engkau adalah sebaik-baik bumi, dan bumi Allah yang paling dicintai-Nya. Seandainya aku tidak terusir darimu, aku tidak akan keluar meninggalkanmu.” (HR. Tirmidzi No. 3925)
Hadis ini menunjukkan betapa besar kecintaan Rasulullah SAW kepada Kota Makkah, tempat beliau dilahirkan, menerima wahyu, membangun keluarga bersama Khadijah, sekaligus memulai perjuangan dakwah Islam.
Baca Juga : Menuju Smart City Global! Mekkah Kini Semakin Canggih!
Jejak Rumah Khadijah di Masjidil Haram bukan sekadar bagian dari sejarah yang dikenang, tetapi juga menjadi pengingat akan besarnya pengorbanan Rasulullah SAW dan Siti Khadijah RA dalam menegakkan agama Islam. Dari rumah sederhana inilah lahir keluarga teladan, turunnya wahyu pertama, perjuangan dakwah dimulai, hingga berbagai ujian besar yang akhirnya berujung pada penghiburan Allah SWT melalui peristiwa Isra Mi’raj.
Bagi sahabat yang berkesempatan mengunjungi Masjidil Haram, mengetahui kisah di balik lokasi bersejarah ini tentu akan menambah rasa syukur dan kekhusyukan selama beribadah di Tanah Suci.
Ingin merasakan sendiri perjalanan spiritual di Masjidil Haram sambil menyusuri jejak sejarah Rasulullah SAW dan para sahabat?

Bersama Low Cost Umroh, sahabat dapat menikmati program umroh hemat dengan fasilitas terbaik, hotel yang nyaman, pembimbing berpengalaman, serta itinerary yang dirancang agar ibadah semakin bermakna.
Yuk, jangan tunda lagi niat ke Baitullah. Hubungi tim Low Cost Umroh sekarang juga dan temukan pilihan paket umroh terbaik yang sesuai dengan kebutuhan sahabat.
Semoga Allah SWT segera mengundang sahabat menjadi tamu-Nya di Tanah Suci. Aamiin.



