Botak atau Potong Pendek Saat Tahallul, Mana Yang Utama?

Tahallul pria bisa dilakukan dengan mencukur habis atau potong rambut. Ketahui perbedaan dan keutamaan mencukur rambut saat haji dan umroh.

Gambar 1. Perbedaan Keutamaan Cukur Gundul dan Potong Rambut saat Tahallul 

Tahallul merupakan salah satu rukun yang wajib dilakukan saat melaksanakan ibadah umroh atau haji. Tahallul dilakukan dengan mencukur atau memendekkan rambut setelah menyelesaikan rangkaian ibadah sesuai ketentuan syariat. 

Tahallul dilakukan oleh seluruh jemaah, baik laki-laki maupun perempuan. Namun, terdapat perbedaan dalam ketentuan mencukur atau memendekkan rambut bagi keduanya. Bagi jemaah perempuan dianjurkan untuk memendekkan rambut yakni dengan mengambil rambut bagian depan kepalanya sebanyak ruas jari dan menggunting rambut tersebut.

Bagi jemaah laki-laki, tahallul dapat dilakukan dengan dua cara, yaitu mencukur habis rambut hingga gundul (halq) atau memendekkan rambut (taqshir). Keduanya termasuk pilihan dalam pelaksanaan tahallul, tetapi keduanya memiliki keutamaan yang berbeda.

Keutamaan Mencukur Habis Rambut

Mencukur habis rambut atau gundul menjadi pilihan yang lebih utama bagi jemaah laki-laki. Hal ini berdasarkan hadis Rasulullah ﷺ yang mendoakan secara khusus orang-orang yang mencukur habis rambutnya.

Dalam hadis yang diriwayatkan oleh Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, disebutkan:

وَعَنْـ [ ـهُ ] ; { أَنَّ رَسُولَ اَللَّهِ ( قَالَ: ” اَللَّهُمَّ ارْحَمِ اَلْمُحَلِّقِينَ ” قَالُوا: وَالْمُقَصِّرِينَ يَا رَسُولَ اَللَّهِ. قَالَ فِي اَلثَّالِثَةِ: ” وَالْمُقَصِّرِينَ ” } مُتَّفَقٌ عَلَيْهِ 

Dari Ibnu ‘Umar radhiyallahu ‘anhuma, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam berdoa, “Ya Allah, rahmatilah orang-orang yang mencukur rambutnya.” Mereka bertanya, “Orang-orang yang memendekkan rambutnya, wahai Rasulullah?” Beliau berdoa untuk yang ketiga, “Dan orang-orang yang memendekkan rambutnya.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 1727 dan Muslim, no. 1301]

Hadis tersebut menunjukkan keutamaan mencukur habis rambut (halq) dibandingkan hanya memendekkannya (taqshir) bagi jemaah laki-laki. Karena itu, apabila kondisi memungkinkan, jemaah pria dapat memilih menggundul saat tahallul untuk mendapatkan keutamaan tersebut.

Baca Juga : Mau Berangkat Umroh? Jangan Lewatkan Amalan yang Satu Ini! 

Hukum potong pendek saat tahallul

Memendekkan rambut atau taqshir tetap termasuk cara tahallul bagi laki-laki, selama dilakukan sesuai dengan ketentuan yang berlaku. Jadi, jemaah tidak harus selalu mencukur habis rambutnya.

Dalam kitab Al-Imtaa’, disebutkan beberapa kriteria dalam pelaksanaan tahallul, di antaranya:

  1. Rambut yang dipotong tidak kurang dari tiga helai.
  2. Rambut yang dipotong merupakan rambut kepala.
  3. Dalam ibadah haji, halq (mencukur habis) atau taqshir (memendekkan rambut) dilakukan setelah wukuf di Arafah dan setelah pertengahan malam Nahr pada 10 Dzulhijjah.

Baca Juga : Benarkah Sholat Di Hijr Ismail Seperti Sholat Dalam Ka’bah?

Ketentuan tersebut perlu diperhatikan agar pelaksanaan tahallul sesuai dengan tuntunan fikih yang telah ditetapkan. Pilihan untuk memotong pendek juga dapat menjadi pertimbangan bagi jemaah yang memiliki kebutuhan atau kondisi tertentu. Misalnya, jemaah memiliki pekerjaan dengan tuntutan penampilan tertentu atau memiliki agenda setelah menyelesaikan ibadah umrah. 

Gambar 2. Dokumentasi Jamaah Low Cost Umroh saat di Tanah Suci

Jika tidak memiliki kendala, mencukur habis rambut atau gundul lebih utama bagi jemaah laki-laki. Keutamaan ini berdasarkan doa Rasulullah bagi orang-orang yang mencukur habis rambutnya. Sementara itu, memendekkan rambut tetap dapat dilakukan sebagai tahallul. Artinya, jemaah laki-laki memiliki pilihan untuk menggundul atau memendekkan rambut sesuai dengan kondisi dan kebutuhannya.

Jadi, jangan sampai perbedaan pilihan ini membuat jemaah menganggap bahwa potong pendek adalah pilihan yang keliru. Pastikan setiap rangkaian ibadah, termasuk tahallul, dipahami dengan baik sebelum berangkat ke Tanah Suci.

Yuk konsultasikan persiapan ibadah umrah Sahabat bersama LCU dan dapatkan pendampingan agar perjalanan ibadah lebih nyaman, tertib, dan penuh makna.

Bermanfaat? Yuk, Share Ke Sesama Sahabat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *