Isra Mi’raj: Perjalanan Rasulullah SAW Di Tahun Kesedihan

Simak kisah Isra Mi’raj, perjalanan istimewa Rasulullah SAW di tengah tahun kesedihan, serta hikmah dan makna bagi kehidupan umat Islam.

Gambar 1 : Perjalanan Isra Mi’raj Rasulullah SAW

Peristiwa Isra Mi’raj bukan hanya tentang perjalanan luar biasa Rasulullah SAW dari Masjidil Haram menuju Masjidil Aqsa, kemudian naik menembus tujuh lapis langit. Di balik peristiwa agung tersebut, ternyata ada kisah penuh haru yang terjadi dalam kehidupan Rasulullah SAW.

Sebelum Isra Mi’raj, Rasulullah SAW melewati salah satu fase paling berat dalam perjalanan dakwahnya. Beliau kehilangan dua sosok yang begitu berarti dalam hidupnya, yaitu Abu Thalib, paman yang selama ini memberikan perlindungan, dan Sayyidah Khadijah RA, istri tercinta yang selalu memberikan dukungan dan ketenangan.

Kehilangan keduanya menjadi pukulan besar bagi Rasulullah SAW. Masa tersebut kemudian dikenal sebagai ‘Amul Huzni, atau Tahun Kesedihan.

Bukan hanya kehilangan orang-orang yang beliau cintai, Rasulullah SAW juga menghadapi berbagai tekanan dan penolakan dalam menyampaikan dakwah Islam. Perjalanan dakwah yang sebelumnya sudah penuh tantangan terasa semakin berat setelah kehilangan dua sosok penting tersebut.

Isra Mi’raj di Tengah Masa yang Penuh Ujian

Di tengah kondisi yang begitu berat, Allah SWT kemudian memperlihatkan kebesaran-Nya kepada Rasulullah SAW melalui sebuah perjalanan yang luar biasa, yaitu Isra Mi’raj.

Dalam peristiwa Isra, Rasulullah SAW melakukan perjalanan pada malam hari dari Masjidil Haram di Makkah menuju Masjidil Aqsa di Palestina dengan menggunakan Buraq.

Sesampainya di Masjidil Aqsa, perjalanan Rasulullah SAW kemudian berlanjut dalam peristiwa Mi’raj. Beliau diangkat menembus tujuh lapis langit dan diperlihatkan berbagai tanda kebesaran Allah SWT.

Perjalanan tersebut menjadi salah satu peristiwa paling agung dalam sejarah Islam. Rasulullah SAW mendapatkan pengalaman yang luar biasa, bertemu dengan sejumlah nabi, dan menyaksikan berbagai tanda kebesaran Allah SWT.

Namun, salah satu hal yang paling penting dari peristiwa Isra Mi’raj adalah diturunkannya perintah salat lima waktu bagi umat Islam.

Salat yang kita kerjakan setiap hari ternyata memiliki sejarah yang begitu istimewa. Perintah tersebut diberikan kepada Rasulullah SAW dalam sebuah perjalanan yang terjadi setelah beliau melewati masa-masa penuh kesedihan dan ujian.

Bukan Sekadar Perjalanan, tetapi Penguatan dari Allah

Isra Mi’raj juga dapat menjadi pengingat bahwa di balik setiap ujian, selalu ada pertolongan dan kasih sayang Allah SWT.

Rasulullah SAW yang sedang berada dalam masa penuh kesedihan justru mendapatkan sebuah perjalanan yang menunjukkan betapa luasnya kekuasaan Allah SWT. Kisah ini mengajarkan kepada kita bahwa masa sulit bukan berarti Allah SWT meninggalkan kita.

Ada kalanya manusia merasa lelah karena masalah yang datang silih berganti. Ada kalanya kita merasa kehilangan arah, kecewa, atau tidak tahu harus mencari ketenangan ke mana.

Namun, kisah Rasulullah SAW mengingatkan bahwa ketika dunia terasa begitu berat, tempat untuk kembali bukan hanya kepada manusia, tetapi juga kepada Allah SWT.

Baca Juga : Keistimewaan Umroh Saat Isra Miraj Yang Perlu Diketahui!

Mendekat kepada-Nya, memperbanyak doa, menjaga salat, dan memperkuat ibadah menjadi salah satu cara untuk menemukan kembali ketenangan di tengah kehidupan yang penuh dengan ujian.

Karena itu, perjalanan ke Tanah Suci bukan sekadar perjalanan wisata atau berpindah dari satu tempat ke tempat lainnya.

Di sana, setiap langkah memiliki cerita. Makkah menjadi tempat di mana Ka’bah berdiri sebagai kiblat umat Islam. Madinah menjadi kota yang begitu erat dengan perjalanan dakwah Rasulullah SAW. Sementara Masjidil Aqsa menjadi bagian penting dari perjalanan Isra Mi’raj.

Berada di Tanah Suci juga bisa menjadi kesempatan untuk sejenak menjauh dari hiruk-pikuk kehidupan dan lebih banyak mengingat Allah SWT. Mungkin selama ini kita terlalu sibuk mengejar banyak hal. Sibuk dengan pekerjaan, kuliah, keluarga, target, dan berbagai urusan dunia lainnya.

Sampai akhirnya, kita lupa bahwa hati juga membutuhkan waktu untuk beristirahat.

Dan mungkin, perjalanan ke Tanah Suci bisa menjadi salah satu cara untuk kembali mendekat kepada-Nya.

Gambar 2 : Dokumentasi Jamaah Low Cost Umroh saat di Tanah Suci

Nah, pas banget nih Sahabat! Kalau sudah lama punya niat untuk berangkat umroh, momen Isra Mi’raj ini bisa menjadi pengingat untuk kembali memantapkan niat. LCU menyediakan umroh spesial Isra Mi’raj mulai 28 jutaan saja! 

Bukan hanya mendapatkan kesempatan untuk beribadah di Tanah Suci, perjalanan ini juga sudah dilengkapi dengan berbagai fasilitas agar perjalanan Sahabat terasa lebih nyaman.

Jadi, Sahabat bisa lebih fokus mempersiapkan diri untuk beribadah tanpa perlu terlalu pusing memikirkan berbagai kebutuhan perjalanan. 

Karena mungkin, yang selama ini kita tunggu bukan waktunya, tapi keberanian untuk mulai mengikhtiarkan perjalanan menuju Baitullah. 

Bermanfaat? Yuk, Share Ke Sesama Sahabat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *