
AI untuk Haji dan Umrah Bisa Bantu Jemaah Tawaf dan Sa’i
AI untuk haji dan umrah semakin canggih di Arab Saudi, yang membantu prediksi kepadatan, transportasi, informasi, hingga Tawaf dan Sa’i.

Teknologi kecerdasan buatan atau Artificial Intelligence (AI) kini semakin berkembang dan mulai hadir dalam berbagai aspek kehidupan, termasuk pelayanan haji dan umrah di Arab Saudi. Jika sebelumnya AI banyak digunakan untuk mengolah data, sekarang teknologi ini bahkan bisa membantu jemaah selama menjalankan ibadah di Tanah Suci.
Dilansir dari Himpuh, Kementerian Haji dan Umrah Arab Saudi terus memperluas penggunaan AI dan analitik data untuk menciptakan pelayanan yang lebih efisien, terorganisir, dan sesuai dengan kebutuhan jemaah. Mulai dari memprediksi kepadatan, mengatur pergerakan bus, hingga menyediakan informasi dalam ratusan bahasa, teknologi ini menjadi bagian dari transformasi pelayanan haji dan umrah.
Menariknya, AI juga sudah digunakan sebagai pendamping digital ketika jemaah melaksanakan Tawaf dan Sa’i. Lantas, seperti apa saja teknologi AI yang digunakan untuk membantu jemaah?
AI Bantu Prediksi Kepadatan dan Atur Pergerakan Jemaah
Salah satu manfaat AI dalam pelayanan haji dan umrah adalah membantu pemerintah Arab Saudi memahami pola pergerakan jemaah. Melalui analitik data dan predictive analytics, berbagai informasi dapat diolah untuk memperkirakan waktu kedatangan, keberangkatan, lama tinggal, hingga pola permintaan layanan.
Data tersebut kemudian dapat digunakan untuk mendukung perencanaan operasional sejak lebih awal. AI juga membantu menganalisis arus pergerakan jemaah dan memperkirakan kapan periode kepadatan berpotensi terjadi.
Dengan jumlah jemaah yang sangat besar, prediksi tersebut tentunya penting untuk membantu mengatur pergerakan agar lebih terarah. Pengelompokan jemaah juga dapat dikelola dengan lebih efektif sehingga mobilitas selama berada di Tanah Suci menjadi lebih terorganisir.
Tidak hanya itu, teknologi AI juga dimanfaatkan dalam sistem transportasi. Pergerakan bus dianalisis untuk membantu mengoptimalkan rute perjalanan antarsitus suci. Dengan begitu, pengaturan transportasi dapat dilakukan secara lebih efisien, terutama ketika jumlah jemaah sedang tinggi.
Baca Juga : Isra Mi’raj: Perjalanan Rasulullah SAW Di Tahun Kesedihan
Nusuk AI dan Digital Mutawwif Jadi Pendamping Digital Jemaah
Teknologi AI juga hadir melalui layanan Nusuk AI, yang dapat membantu memberikan informasi dan panduan seputar haji, umrah, serta kunjungan di Arab Saudi.
Menariknya, Nusuk AI mampu memberikan jawaban dalam lebih dari 180 bahasa dan mendukung interaksi berbasis suara. Sejak diluncurkan, layanan ini telah digunakan oleh lebih dari 2 juta pengguna, dengan sekitar 393.000 pengguna tercatat dalam satu bulan terakhir.
Tidak berhenti pada layanan informasi, AI bahkan dimanfaatkan untuk membantu jemaah dalam menjalankan ritual ibadah melalui fitur Digital Mutawwif pada aplikasi Nusuk.
Digital Mutawwif menggunakan spatial AI untuk memahami lokasi, pergerakan, dan konteks perjalanan jemaah secara real time. Teknologi ini dapat membantu mengarahkan jemaah menuju rute dan lantai yang dianggap optimal selama menjalankan ibadah.
Selain itu, sistem tersebut juga dapat menghitung putaran Tawaf dan Sa’i secara otomatis serta memberikan panduan dan doa yang sesuai dengan tahapan ibadah.
Dalam satu bulan, layanan Digital Mutawwif tercatat telah digunakan lebih dari 2 juta kali. Bahkan, lebih dari 1,4 juta pengguna tercatat menyelesaikan Tawaf dan Sa’i secara digital dengan bantuan layanan tersebut.
Pengembangan teknologi ini juga dibarengi dengan perhatian terhadap penggunaan AI secara bertanggung jawab. Layanan Nusuk AI mendapatkan AI Ethics Mark dari Saudi Data and Artificial Intelligence Authority (SDAIA), sebagai bentuk pengakuan terhadap penerapan prinsip etika dalam penggunaan teknologi AI.
Pemanfaatan AI tersebut menjadi bagian dari transformasi pelayanan haji dan umrah dalam Saudi Vision 2030 dan Pilgrim Experience Program. Dengan dukungan teknologi, pelayanan kepada jemaah diarahkan menjadi semakin pintar, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan di lapangan.

Bagi sahabat yang ingin menjalankan ibadah umroh dengan lebih nyaman, persiapan perjalanan tetap menjadi hal yang penting. Selain memahami tata cara ibadah, memilih paket dan travel umroh yang memberikan fasilitas lengkap juga dapat membantu perjalanan menjadi lebih praktis.
Salah satunya melalui Low Cost Umroh (LCU) dari Ventour yang menawarkan program umroh hemat mulai 25 jutaan dengan konsep all-in. Sahabat bisa mendapatkan fasilitas seperti tiket pesawat, visa, hotel strategis, makan 3 kali sehari, bus executive, handling, tour leader, hingga muthowif berpengalaman.
Jadi, ingin mewujudkan perjalanan umroh dengan biaya lebih hemat namun tetap mendapatkan pendampingan selama di Tanah Suci? Yuk, persiapkan perjalanan umroh bersama LCU!



