
Begini Cara Masjidil Haram Menjaga Suhu Tetap Sejuk 22-24°C
Bagaimana Masjidil Haram menjaga suhu tetap sejuk 22–24°C di tengah panasnya Arab Saudi? Simak teknologi pendingin yang membuat tetap nyaman.

Pernah merasa heran bagaimana suasana di dalam Masjidil Haram bisa tetap sejuk, padahal Arab Saudi dikenal memiliki suhu udara yang sangat panas?
Di tengah cuaca yang dapat terasa terik, jemaah tetap bisa beribadah dengan nyaman di dalam kawasan Masjidil Haram. Suhunya bahkan dijaga pada kisaran 22–24 derajat Celsius secara konsisten.
Ternyata, rasa sejuk tersebut bukan berasal dari satu teknologi saja. Ada sistem pendinginan berkapasitas besar yang dipadukan dengan berbagai teknologi lain, bahkan mulai bekerja sejak jemaah berada di area luar masjid.
Bukan Sekadar AC, Ini Teknologi di Balik Sejuknya Masjidil Haram
Dilansir dari Himpuh, Salah satu bagian penting dalam menjaga suhu Masjidil Haram adalah sistem pendingin udara terpusat. Sistem ini memiliki kapasitas sekitar 155.000 ton refrigerasi dan digunakan untuk menyalurkan udara sejuk ke berbagai area masjid.
Besarnya kapasitas tersebut tentu bukan tanpa alasan. Masjidil Haram menjadi tempat berkumpulnya jemaah dalam jumlah sangat besar dan aktivitas di dalamnya berlangsung hampir sepanjang waktu.
Karena itu, sistem pendingin harus mampu bekerja secara stabil untuk menjaga kondisi ruangan tetap nyaman, baik ketika jemaah sedang salat maupun melakukan berbagai aktivitas ibadah lainnya.
Namun, sebelum merasakan sejuknya udara dari sistem pendingin di dalam masjid, jemaah juga akan melewati area luar yang telah dirancang untuk membantu mengurangi rasa panas.
Di sejumlah pelataran, kipas kabut atau mist fans digunakan untuk menghasilkan kabut air yang membantu menurunkan sensasi panas di sekitar jemaah. Fasilitas ini sangat berguna ketika jemaah harus berjalan di area terbuka pada siang hari.
Menariknya lagi, lantai pelataran Masjidil Haram juga ikut berperan dalam pengendalian panas.
Area pelataran menggunakan marmer Thassos berwarna putih. Material ini memiliki pori-pori halus yang dapat menyerap kelembapan pada malam hari dan melepaskannya secara perlahan ketika temperatur meningkat pada siang hari.
Karakteristik tersebut membantu mengurangi penyerapan panas dari sinar matahari sehingga permukaan lantai menjadi lebih nyaman untuk dilalui jemaah.
Jadi, menjaga kenyamanan jemaah ternyata sudah diperhitungkan sejak dari area luar hingga memasuki ruang salat.
Baca Juga : Masjidil Haram Punya Sistem Pendingin Terbesar Di Dunia!
Masjid Nabawi Juga Menggunakan Sistem Pendinginan Terpusat
Teknologi pengendalian suhu dengan sistem terintegrasi tidak hanya diterapkan di Masjidil Haram. Masjid Nabawi di Madinah juga memiliki sistem pendinginan yang dirancang untuk menjaga kenyamanan jemaah.
Yang menarik, pusat pendingin Masjid Nabawi justru berada cukup jauh dari bangunan masjid, yaitu sekitar 7 kilometer di sebelah barat Masjid Nabawi.
Stasiun tersebut memiliki enam unit pendingin. Setiap unit mempunyai kapasitas sekitar 3.400 ton, kemudian udara dingin didistribusikan ke berbagai bagian Masjid Nabawi.
Sistem seperti ini memungkinkan pendinginan dilakukan secara terpusat sekaligus membantu memastikan distribusi udara sejuk tetap efektif dan merata.
Dengan jumlah jemaah yang dapat berubah-ubah dan aktivitas yang berlangsung sepanjang hari, pengaturan distribusi udara menjadi bagian penting dalam menjaga kenyamanan di berbagai area masjid.
Semua Sistem Bekerja Bersamaan

Kalau selama ini Sahabat mengira suasana sejuk di Dua Masjid Suci hanya karena penggunaan AC berkapasitas besar, ternyata ada lebih banyak hal yang bekerja di baliknya.
Di Masjidil Haram, kipas kabut, material lantai, sistem pendingin udara terpusat, teknologi pengaturan suhu, pemantauan, hingga pemeliharaan menjadi bagian dari satu sistem yang saling mendukung.
Pengelolaan tersebut dilakukan oleh General Authority for the Affairs of the Grand Mosque and the Prophet’s Mosque sebagai bagian dari upaya menjaga fasilitas dan kenyamanan jemaah.
Baca Juga : Peta Interaktif Masjidil Haram, Jemaah Tak Mudah Tersesat
Melansir Ajel.sa, rangkaian teknologi dan solusi rekayasa tersebut dirancang untuk membantu menghadapi kondisi suhu tinggi di Arab Saudi. Dengan sistem yang bekerja secara terintegrasi, jemaah dapat beribadah dengan lebih nyaman meskipun berada di tengah kondisi cuaca yang panas.
Jadi, di balik suasana sejuk Masjidil Haram yang dirasakan jemaah, ternyata terdapat teknologi dan perencanaan fasilitas yang sangat besar. Dari pelataran hingga ruang salat, semuanya dirancang agar perjalanan ibadah di Dua Masjid Suci tetap terasa nyaman.

Setelah mengetahui bagaimana Masjidil Haram menghadirkan kenyamanan bagi jutaan jemaah, semakin terasa bahwa beribadah di Tanah Suci menjadi pengalaman yang begitu istimewa. Buat Sahabat yang sudah lama ingin mewujudkan impian umroh, kini tidak perlu menunggu sampai memiliki budget besar. Low Cost Umroh hadir dengan pilihan program umroh hemat mulai 25 jutaan, dengan fasilitas yang tetap mendukung perjalanan ibadah agar lebih nyaman dan terencana.
Yuk, mulai persiapkan perjalanan menuju Baitullah bersama Low Cost Umroh. Cari tahu pilihan paket, jadwal keberangkatan, dan fasilitasnya sekarang. Hubungi tim Low Cost Umroh dan wujudkan niat baik Sahabat untuk beribadah ke Tanah Suci!



