
Ini Alasan Drone Tidak Boleh Terbang di Masjidil Haram!
Drone tidak boleh diterbangkan sembarangan di area Masjidil Haram. Kenali alasan larangan, aturan penerbangan, hingga risiko bagi pelanggar.

Bagi pecinta fotografi dan videografi, membawa drone saat berlibur adalah hal yang sangat menyenangkan. Gambar maupun video yang dihasilkan lewat sudut pandang bird’s-eye view bisa menyajikan pemandangan yang lebih estetik dan menyeluruh. Sayangnya, drone gak berlaku kalau sahabat bawa saat Umroh, loh!
Kenapa? Dilansir dari Detik, Pemerintah Arab Saudi dan Otoritas Keamanan Dua Masjid Suci menetapkan larangan menerbangkan atau membawa drone, tanpa izin khusus di wilayah Masjidil Haram dan seluruh wilayah Makkah Al-Mukarramah! Bahkan dendanya bisa mencapai puluhan ribu riyal, hingga proses hukum yang serius. Yuk, simak alasan kuat di balik larangan drone di Masjidil Haram lewat artikel informatif berikut!
Demi Keamanan Jutaan Jemaah di Masjidil Haram

Setiap harinya, Masjidil Haram dikunjungi oleh ribuan hingga jutaan manusia yang berkumpul di satu titik untuk melaksanakan ibadah. Dari segi keselamatan dan keamanan, jika sebuah drone mengalami kegagalan sinyal atau terganggu angin kencang, lalu jatuh menerima kerumunan jemaah, tentu saja baling-baling drone bisa menyebabkan cedera fisik yang sangat serius.
Selain itu, benda asing yang tiba-tiba jatuh menimpa kerumunan jemaah bisa menimbulkan kepanikan massal di tengah lautan jemaah, yang beresiko fatal memicu stampede atau desak-desakan.
Dan yang paling penting, Kota Suci Mekkah & Madinah masuk ke dalam kategori No-Fly Zone, yang menandakan penggunakan drone tanpa izin resmi dapat dianggap sebagai ancaman keamanan nasional.
Baca Juga : Kenapa Pesawat Tak Boleh Terbang di Atas Ka’bah dan Nabawi?
Menjaga Kekhusyukan dan Privasi Ibadah Jemaah

Suara dengungan mesin drone yang terbang melayang di udara bisa sangat mengganggu kekhusyukan jemaah. Tidak hanya itu, kamera drone yang merekam dari jarak dekat berpotensi merekam wajah jemaah wanita tanpa izin, di mana sebagian jemaah wanita mungkin sedang membetulkan mukena atau beristirahat. Hal ini tentu melanggar privasi jemaah tersebut.
Siapa Saja yang Boleh Menggunakan Drone di Masjidil Haram?

Kalau sahabat pernah melihat video dokumenter dengan sudut pandang aerial di media sosial atau siaran televisi resmi Arab Saudi, maka video tersebut bukan diambil turis atau jemaah umum. Pengambilan video dengan drone hanya boleh dilakukan oleh Tim Media Resmi Kerajaan Arab Saudi yang telah mengantongi izin diplomatik dan lisensi penerbangan resmi.
Baca Juga : Begini Cara Masjidil Haram Menjaga Suhu Tetap Sejuk 22-24°C
Sedangkan pengawasan udara juga biasanya dilakukan menggunakan helikopter patroli resmi untuk memantau kepadatan massa saat musim Haji atau Ramadhan. Apa konsekuensinya melanggar aturan ini? Drone milik sahabat akan disita dan sahabat akan dikenai denda hingga puluhan ribu Riyal.
Larangan menerbangkan drone di Masjidil Haram dibuat demi alasan keselamatan jiwa jutaan jemaah, serta menjaga kekhusyukan selama beribadah di Tanah Suci.

Maka dari itu, sebagai jemaah perlu kita semua patuhi aturan tersebut, agar ibadah Umroh terasa lebih tenang, aman, dan penuh keberkahan. Kalau sahabat ingin merasakan nikmatnya beribadah di Tanah Suci, dengan fasilitas hotel strategis dekat masjid, penerbangan dari maskapai premium, serta pendampingan Tour Leader & Muthowif berpengalaman.
Yuk, percayakan perjalanan suci dan ibadah Umrahmu bersama Low Cost Umroh!



