Maksa Cium Hajar Aswad Sampai Lukai Orang? Bisa Jadi Haram!

Viral maksa cium Hajar Aswad sampai dorong jemaah lain? Hati-hati, hukumnya bisa haram. Isyarat saat tawaf tetap sah dan berpahala.

Gambar 1 : Hukum Cium Hajar Aswad Jika Sampai Memaksa dan Melukai Jamaah Lain

Mencium Hajar Aswad adalah impian banyak muslim saat berhaji atau umrah. Letaknya berada di sudut tenggara Ka’bah, titik yang menjadi awal dan akhir putaran tawaf, karena di sanalah batu mulia ini pertama kali diletakkan oleh Nabi Ibrahim AS di fondasi Baitullah, sebagai bagian dari sejarah pembangunan Ka’bah.

Namun sayangnya, baru-baru ini viral video seorang influencer asal Malaysia yang memanjat dinding Ka’bah dan mendorong jemaah lain hanya demi mencium Hajar Aswad. Aksinya menuai kecaman karena dinilai tidak pantas, membahayakan orang lain, dan mengganggu kekhusyukan ibadah.

Penting diingat, ibadah di Tanah Suci bukan soal “siapa yang berhasil menyentuh batu”, tapi bagaimana hati tetap tunduk mengikuti tuntunan Rasulullah SAW. Bahkan, ketika tindakan mencium Hajar Aswad dilakukan dengan cara yang salah sampai melukai orang lain atau mengorbankan keselamatan, hukumnya bisa berubah menjadi haram.

Lokasi & Sejarah Hajar Aswad

Hajar Aswad berada di sudut tenggara Ka’bah, diletakkan oleh Nabi Ibrahim AS di fondasi awal Baitullah. Batu mulia ini juga menjadi titik awal dan akhir setiap putaran tawaf. Artinya, jemaah memulai tawafnya saat sejajar dengan posisi batu ini.

Kisah teladan dari Umar bin Khattab RA menunjukkan esensi utamanya bukan pada batunya, melainkan pada ketaatan kepada Rasulullah SAW. Beliau pernah berkata:

“Sungguh aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu, tidak memberi mudharat maupun manfaat. Jika aku tidak melihat kekasihku Rasulullah SAW menciummu, niscaya aku tidak akan menciummu.”
(HR Bukhari & Ahmad dari Ibnu ‘Abbas RA)

Pernyataan ini menegaskan bahwa mencium Hajar Aswad adalah bentuk kepatuhan pada sunnah, bukan keyakinan bahwa batu tersebut memberi manfaat atau bahaya.

Baca Juga : Arab Saudi Terbitkan Panduan Etika Ziarah Di Masjid Nabawi

Hukum Mencium Hajar Aswad & Solusi Saat Ramai

Para ulama sepakat bahwa:

  • Sunnah bagi laki-laki
  • Mubah bagi perempuan, khusus saat Ka’bah lengang untuk menghindari sentuhan dengan lawan jenis

Kisah sahabat Umar bin Khattab RA menjadi pengingat besar bagi kita. Beliau berkata:

“Aku mengetahui bahwa kamu hanyalah batu, tidak memberi mudharat maupun manfaat. Jika aku tidak melihat Rasulullah menciummu, aku tidak akan menciummu.”
(HR Bukhari & Ahmad)

Dan Menurut ulama seperti Syekh Zakariya al-Anshari dalam Asnal Mathalib (Jilid I, hal. 480), menyentuh dan mencium Hajar Aswad pada tawaf pertama adalah sunnah Nabi SAW.

Tapi saat kondisi ramai dan padat, solusinya adalah:

  • Jika memungkinkan → cium langsung Hajar Aswad
  • Jika bisa mendekat tapi tidak bisa mencium → sentuh dengan tangan lalu cium tangan
  • Jika tetap tidak memungkinkan → cukup isyarat melambaikan tangan atau tongkat dari kejauhan

Imbauan resmi dari Kementerian Haji & Umrah Arab Saudi dan Kementerian Agama RI (Kemenag) juga menegaskan hal serupa:

“Mencium Hajar Aswad itu sunnah, bukan wajib. Jangan berebut sampai menyakiti orang lain. Menjaga ketenangan dan keselamatan jemaah lain jauh lebih utama.”

Islam mengedepankan kedamaian, kasih sayang, dan keselamatan jiwa. Jadi, sahabat cukup melambaikan tangan saat lewat sejajar Hajar Aswad sambil bertakbir. Pahalanya tetap dicatat karena niat mengikuti sunnah sudah terpenuhi.

Baca Juga : Begini Cara Masjidil Haram Atur Jutaan Jemaah Setiap Hari!

Hikmah Mencium Hajar Aswad

Dilihat dari laman Himpuh, Hajar Aswad disebut sebagai yaminullah fil-ardh (tangan kanan Allah di bumi makna majazi, bukan hakiki) sebagaimana disebutkan dalam HR Al-Azraqi, Abdurrazzaq, dan Ibn Asakir dari Ibnu Abbas RA.

Riwayat lain juga menyebutkan bahwa warna Hajar Aswad awalnya putih, lebih putih dari salju, lalu berubah menjadi hitam karena dosa manusia yang menyentuhnya (HR Tirmidzi dari Ibnu Abbas RA).

Ibnu Hajar al-Asqallani menjelaskan, jika batu saja bisa menghitam karena dosa manusia, maka hati manusia lebih mudah lagi menghitam jika sering bermaksiat.

Jadi, mencium Hajar Aswad bukan sekadar ritual, tapi pengingat untuk tunduk, rendah hati, dan menjauhi dosa. Yang terpenting: hati tetap bersih dan adab tetap terjaga.

Sahabat yang rindu ke Tanah Suci dan ingin ibadah dengan tenang, nyaman, dan tetap menjaga adab, ada kabar baik nih!

Sahabat yang ingin umroh dengan suasana ibadah yang lebih tertib, tenang, dan tetap hemat, program umroh hemat 23 juta dari Low Cost Umroh bisa jadi pilihan cerdas.

Gambar 2 : Dokumentasi Umroh Jamaah Low Cost Umroh Saat di Tanah Suci

Dengan biaya mulai dari 23 juta, sahabat tetap mendapatkan bimbingan muthawif berpengalaman yang selalu mengarahkan jemaah agar tawaf berjalan aman dan penuh adab, termasuk saat melewati area Hajar Aswad yang sering padat.

Paket ini juga sudah mencakup akomodasi yang layak dan terjadwal, sehingga meminimalkan risiko terlantar atau kebingungan di Tanah Suci. Fokus utamanya bukan hanya hemat biaya, tapi juga kenyamanan beribadah tanpa drama dorong-dorongan, karena ibadah yang indah selalu berjalan seiring dengan adab yang terjaga.

Yuk umroh hemat 23 juta, ibadah nyaman, tetap penuh makna!

Bermanfaat? Yuk, Share Ke Sesama Sahabat!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *