Waspada! Ini Modus Penipuan di Mekkah yang Jarang Disadari!

Di Mekkah banyak modus jasa ilegal yang bikin tarif membengkak dan ganggu ibadah. Yuk kenali triknya biar perjalanan ke Tanah Suci tetap aman!

Gambar 1 : Trik Modus Penipuan yang Harus Diwaspadai di Tanah Suci

Ibadah umroh dan haji adalah perjalanan spiritual yang mulia. Sayangnya, di tengah jutaan jemaah yang fokus beribadah, ada saja oknum yang memanfaatkan situasi demi keuntungan pribadi.

Modus-modus jasa ilegal ini sering muncul tanpa transparansi harga, memaksa, bahkan merugikan jemaah dengan tarif di luar kesepakatan awal. Agar sahabat tetap aman, nyaman, dan khusyuk saat beribadah, penting banget mengenali modus yang kerap terjadi di sekitar Masjidil Haram dan area ziarah di Makkah.

Apa Saja Modus Penipuan di Tanah Suci?

1. Taxi Ilegal

Modusnya adalah Sopir menawarkan tarif murah atau fixed price di awal, namun mengaktifkan argo dengan tarif tinggi di perjalanan. Dengan Ciri yang sering terjadi:

  • Tidak menggunakan aplikasi resmi
  • Taksi tanpa identitas perusahaan jelas
  • Argo melonjak cepat

Gunakan taksi resmi seperti Green Taxi, Careem, Uber, Makkah Taxi, atau Uber yang sudah terverifikasi. Sahabat bisa menggunakan tips berikut:

  • Konfirmasi ulang harga sebelum naik
  • Jika argo diaktifkan, pastikan sesuai standar
  • Pilih pemesanan lewat aplikasi

Baca Juga : Maksa Cium Hajar Aswad Sampai Lukai Orang? Bisa Jadi Haram!

2. Joki Hajar Aswad

Menawarkan “bantuan” mencium Hajar Aswad, tapi tidak menyebutkan biaya di awal. Setelah selesai, jemaah baru diberi tahu tarifnya. Dengan kisaran tarif: 100 – 300 SAR (bisa lebih mahal) sekitar Rp 446 ribu – Rp 1.3 juta.

Sedangkan Mencium Hajar Aswad adalah sunnah, tapi bukan kewajiban. Tidak perlu memaksakan diri apalagi lewat jasa joki.

3. Jasa Gunting Tahalul

Petugas dadakan menawarkan meminjamkan gunting untuk tahalul, lalu menarik biaya 50 SAR sekitar Rp 222 ribu. Tahallul bisa dilakukan dengan gunting pribadi atau bantuan petugas resmi tanpa tarif tak wajar.

4. Jasa Foto Keliling

Gambar 2 : Modus Penipuan Jasa Foto di Tanah Suci

Memaksa jemaah berfoto dengan sorban di Jabal Rahmah, lalu mematok minimal 100 SAR sekitar Rp 446 ribu. Foto kenangan boleh, tapi jangan sampai merasa terpaksa atau dibebani biaya berlebihan.

5. Pengemis Gadungan

Mengemis dengan memanfaatkan anak-anak atau orang tua untuk menarik simpati.

Alternatif sedekah yang dianjurkan bisa Sahabat salurkan melalui:

  • Lembaga resmi
  • Petugas Masjidil Haram
  • Kotak amal dan program sosial terpercaya

Cara Menghindari Modus di Tanah Suci

Banyak yang tergoda umroh mandiri karena terlihat lebih bebas dan murah. Tapi Di sinilah celah modus penipuan sering masuk. Tanpa pendamping, jemaah mudah diarahkan ke taksi ilegal dengan argo di luar standar, ditawari joki Hajar Aswad tanpa transparansi biaya, sampai dipaksa membayar pinjam gunting tahalul atau jasa foto keliling di Jabal Rahmah. Niat awal mau hemat, tapi fokus ibadah malah terganggu oleh rasa was-was dan pengeluaran mendadak.

Gambar 3 : Dokumentasi Jamaah Umroh Low Cost Umroh di Tanah Suci

Berbeda dengan itu, Low Cost Umroh Umroh Hemat 23 juta hadir sebagai solusi yang benar-benar unggul. Program ini bukan sekadar hemat di harga, tapi juga hemat dari potensi tertipu.

Semua sudah diatur resmi sejak awal, dari transportasi, bimbingan manasik, pendampingan ibadah, hingga agenda ziarah yang terstruktur jadi sahabat tidak perlu negosiasi tarif di jalan, tidak didekati jasa ilegal, dan tidak dipaksa membayar hal yang seharusnya gratis jika melalui jalur resmi.

Dengan pendampingan yang jelas, sahabat bisa tawaf dengan aman tanpa joki, tahalul tanpa biaya pinjam gunting, dan berfoto hanya jika mau, bukan karena dipaksa. Yang paling penting, perjalanan ini membuat sahabat bisa fokus ibadah 100% tanpa drama biaya lainnya.

Yuk amankan keberangkatan sahabat sekarang juga, sebelum kuota penuh!

Bermanfaat? Yuk, Share Ke Sesama Sahabat!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *