
4 Musim di Arab Saudi Yang Perlu Diketahui Sebelum Umroh
Kenali 4 musim di Arab Saudi sebelum umroh, mulai dari musim dingin hingga panas ekstrem 50°C. Simak karakteristik cuaca dan tipsnya!

Arab Saudi nggak selalu panas, loh, Sahabat! Negara ini juga mengalami 4 musim dengan kondisi cuaca dan suhu yang berbeda – beda sepanjang tahun.
Mulai dari musim dingin yang sejuk hingga musim panas dengan suhu yang bisa mencapai 500 derajat celcius, setiap musim memilikki karakteristik tersendiri yang perlu Sahabat ketahui sebelum berangkat umroh.
Musim Dingin

Musim dingin di Arab Saudi berlangsung sekitar Desember hingga febuari, dengan suhu yang bisa berkisar 10 – 20 derajat celcius di sejumlah wilayah. Pada periode ini, udaa terasa lebih sejuk dibandingkan musim lainnya. Bahkan, suhu bisa terasa cukup dingin, terutama pada malam hari dan menjelang subuh.
Buat Sahabat yang kurang tahan dengan cuaca panas, musim dingin bisa menjadi salah satu ilihan waktu untuk melaksanakan ibadah umroh. Suhu yang lebih sejuk dapat membuat aktivitas di luar ruangan terasa lebih nyaman. Meski begitu, kondisi cuaca tetap bisa berbeda – beda, tergantung wilayah yang dikunjungi.
Supaya tetap nyaman selama beribadah, Sahabat sebaiknya membawa jaket sweater, atau pakaian hangat, terutama untuk digunakan saat berangkat ke masjid pada malam hari atau menjelang waktu Subuh. Jangan lupa menyiapkan pelembap kulit dan bibir karena udara yang lebih kering juga bisa membuat kulit terasa kering selama berada di Arab Saudi.
Baca Juga : Waktu Terbaik Untuk Umroh Yang Jadi Incaran Banyak Jamah
Musim Semi
Memasukki bulan maret hingga Mei, Arab Saudi mengalami peralihan dari musim dingin menuju musim panas. Suhu udara perlahan meningkat dan bisa 20 – 30 derajat celicus di sejumlah wilayah. Cuaca cenderung lebih hangat dibandingkan musim dingin tetapi pada waktu – waktu tertentu masih terasa nyaman untuk beraktivitas di luar.
Pada musim ini, Sahabat bisa mulai merasakan teriknya sinar matahari, terutama saat siang hari. Karena itu, meskipun suhu udaranya belum mencapai puncak musim panas, Sahabat tetap perlu memperhatikan kondisi tubuh selama menjalani rangkaian ibadah umroh.
Untuk menjaga kenyamanan, pilih pakaian yang ringan, adem, dan menyerap keringat. Sahabat juga disarankan menggunakan sunscreen untuk membantu melindungi kulit dari paparan sinar matahari.
Musim Panas

Nah, kalau memasukki bulan juni hingga augustus, Arab Saudi mengalami musim panas dengan suhu yang bisa mencapai 45 – 50 derajat celicus di sejumlah wilayah. Periode ini menjadi salah satu waktu paling menantang untuk beraktivitas di luar ruangan karena sianr matahari terasa sangat terik terutama pada siang hari.
Cuaca panas ekstrem dapat membuat tubuh lebih cepat lelah dan meningkatkan risiko dehidrasi. Apalagi, Sahabat akan melakukan berbagai aktivitas selama umroh, mulai dari berjalan menuju masjid, melaksanakan tawaf, hingga melakukan sa’i. Oleh karena itu, penting untuk menjaga kondisi fisik dan tidak memaksakan diri ketika tubuh mulai merasa lelah.
Supaya ibadah tetap nyaman, Sahabat perlu rutin minum air putih, menggunakan payung saat diperlukan, serta menghindari paparan sinar matahari langsung terlalu lama. Jika memungkinkan, pilih waktu yang lebih sejuk untuk beraktivitas di luar ruangan dan beristirahatlah ketika tubuh membutuhkan jeda.
Jangan lupa menggunakan pakaian yang nyaman dan menyerap keringat. Sahabat juga perlu mengenali tanda-tanda kelelahan akibat panas, seperti pusing, lemas, atau mual. Jika mengalami gejala tersebut, segera cari tempat yang lebih sejuk dan mintalah bantuan apabila diperlukan.
Baca Juga : Begini Cara Masjidil Haram Menjaga Suhu Tetap Sejuk 22-24°C
Musim Gugur
Musim gugur berlangsung sekitar September hingga November, ketika suhu udara mulai menurun setelah melewati musim panas. Di sejumlah wilayah, suhu, bisa berkisar 25 – 35 derajat celcius. Meski udara perlahan terasa lebih sejuk, cuaca pada siang hari masih bisa cukup panas, terutama pada awal musim gugur.
Memasuki periode ini, kondisi cuaca secara bertahap menjadi lebih bersahabat untuk melakukan aktivitas di luar ruangan. Namun, Sahabat tetap perlu memperhatikan suhu harian karena perubahan cuaca tidak selalu terjadi secara merata di seluruh wilayah Arab Saudi.
Kalau Sahabat berencana berangkat umroh pada musim ini, pilih pakaian yang ringan dan menyerap keringat agar tetap nyaman saat beraktivitas. Jangan lupa membawa perlengkapan pelindung dari sinar matahari, seperti sunscreen dan payung, terutama jika masih banyak melakukan kegiatan di luar ruangan pada siang hari.
Selain itu, tetap jaga asupan cairan dan kondisi tubuh selama menjalani ibadah. Dengan persiapan yang tepat, Sahabat bisa lebih siap menghadapi perubahan cuaca sekaligus menjaga kenyamanan selama berada di Tanah Suci.

Bagi Sahabat yang ingin menunaikan ibadah umroh dengan biaya lebih hemat, Low Cost Umroh (LCU) bisa menjadi pilihan menarik dengan paket umroh hemat mulai 25 jutaan. Sahabat tetap bisa menikmati fasilitas umroh all-in dengan harga terjangkau, mulai dari tiket pesawat, hotel, konsumsi, transportasi, hingga pendampingan selama perjalanan.
Dengan persiapan yang matang, termasuk menyesuaikan perlengkapan dengan musim di Arab Saudi, Sahabat bisa menjalani ibadah dengan lebih nyaman tanpa harus mengeluarkan biaya berlebihan.
Yuk, persiapkan perjalanan ibadah bersama LCU dan wujudkan niat ke Tanah Suci dengan biaya yang lebih ramah di kantong!



