Kisah Pohon Menangis di Masjid Nabawi Karena Rasulullah SAW

Kisah pohon kurma di Masjid Nabawi yang menangis karena merindukan Rasulullah SAW, cerita mengharukan yang penuh hikmah bagi umat Islam.

Gambar 1 : Kisah Pohon Menangis yang ada di Masjid Nabawi

Di tengah suasana tenang Masjid Nabawi, tersimpan sebuah kisah yang begitu menyentuh hati. Bukan tentang manusia, bukan pula tentang para sahabat, melainkan tentang sebatang pohon kurma yang menangis karena merindukan Rasulullah SAW.

Mungkin terdengar sulit dipercaya. Bagaimana mungkin sebuah pohon bisa menangis? Namun kisah ini menjadi salah satu peristiwa yang diriwayatkan dalam hadis sahih, yang menunjukkan betapa besar cinta makhluk ciptaan Allah kepada Nabi Muhammad SAW. Bahkan, makhluk yang tak bernyawa seperti batang pohon pun merasakan kehilangan saat jauh dari Rasulullah.

Saat Pohon Kurma Menjadi Tempat Rasulullah Bersandar

Sebelum ada mimbar di masjid, Rasulullah SAW biasa menyampaikan khutbah Jumat sambil berdiri dan bersandar pada sebatang pohon kurma. Pohon itu berada di area masjid dan setiap pekan menjadi saksi lantunan nasihat, zikir, serta kalimat-kalimat penuh hikmah dari Rasulullah.

Suatu hari, seorang wanita dari kaum Anshar menawarkan untuk membuatkan mimbar agar Rasulullah dapat berkhutbah dengan lebih nyaman. Rasulullah menerima tawaran tersebut. Sejak saat itu, beliau mulai menyampaikan khutbah di atas mimbar baru.

Namun perpindahan itu rupanya meninggalkan sesuatu yang tak disangka. Pohon kurma yang selama ini dekat dengan Rasulullah seakan kehilangan sosok yang dicintainya. Setiap Jumat, pohon itu terbiasa mendengar suara Rasulullah, menjadi tempat beliau bersandar, dan merasakan kehadiran beliau begitu dekat.

Baca Juga : 4 Hal Yang Tidak Boleh Dilakukan Jamaah Di Masjid Nabawi!

Tangisan yang Terdengar di Dalam Masjid

Gambar 2 : Replika Mimbar Rasulullah SAW

Ketika Rasulullah pertama kali berkhutbah di atas mimbar, tiba-tiba terdengar suara tangisan yang keras dari arah pohon kurma tersebut. Suaranya digambarkan mirip tangisan anak kecil atau rintihan seekor unta yang kesakitan. Seluruh jamaah menoleh, heran dengan suara yang memenuhi masjid saat itu.

Rasulullah pun turun dari mimbar dan menghampiri pohon kurma tersebut. Beliau memeluk batangnya dan menenangkan sampai tangisan itu berhenti. Dalam riwayat, Rasulullah menjelaskan bahwa pohon itu menangis karena kehilangan zikir dan suara beliau yang dulu sering didengar saat khutbah.

Dilansir dari NU Online, Kisah ini diriwayatkan oleh Imam Bukhari, sebagaimana termaktub dalam Fathul Bari Jilid 4, karya Al-Hafizh Ibnu Hajar Al Asqalani, halaman 374; 

أنَّ امْرَأَةً مِنَ الأنْصَارِ قالَتْ لِرَسولِ اللَّهِ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ: يا رَسولَ اللَّهِ، ألَا أجْعَلُ لكَ شيئًا تَقْعُدُ عليه؟ فإنَّ لي غُلَامًا نَجَّارًا قالَ: إنْ شِئْتِ، قالَ: فَعَمِلَتْ له المِنْبَرَ، فَلَمَّا كانَ يَوْمُ الجُمُعَةِ قَعَدَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ علَى المِنْبَرِ الَّذي صُنِعَ، فَصَاحَتِ النَّخْلَةُ الَّتي كانَ يَخْطُبُ عِنْدَهَا، حتَّى كَادَتْ تَنْشَقُّ، فَنَزَلَ النَّبيُّ صَلَّى اللهُ عليه وسلَّمَ حتَّى أخَذَهَا، فَضَمَّهَا إلَيْهِ، فَجَعَلَتْ تَئِنُّ أنِينَ الصَّبِيِّ الَّذي يُسَكَّتُ حتَّى اسْتَقَرَّتْ، قالَ: بَكَتْ علَى ما كَانَتْ تَسْمَعُ مِنَ الذِّكْرِ.

Artinya; Bahwa seorang wanita Anshar berkata kepada Rasulullah saw, “Wahai Rasulullah, tidakkah aku buatkan untukmu sesuatu untuk engkau duduki? Karena aku memiliki seorang anak laki-laki yang tukang kayu.” Beliau bersabda, “Jika engkau mau.” Maka wanita tersebut membuatkan mimbar untuk Nabi Muhammad. Maka ketika hari Jum’at, Nabi SAW duduk di mimbar yang telah dibuat, lalu pohon kurma yang di depannya saat beliau berkhutbah berteriak hingga hampir pecah. Maka Rasulullah turun hingga mengambilnya, lalu memeluknya. Maka pohon tersebut mulai meratap seperti rengekan bayi yang sedang didiamkan hingga tenang. Beliau bersabda, “Pohon tersebut menangis karena dzikir yang dulu biasa ia dengar.”.

Para ulama menjelaskan bahwa peristiwa ini menjadi bukti bahwa seluruh makhluk mengenal kemuliaan Rasulullah. Jika pohon kurma saja bisa merasa rindu kepada Nabi, maka manusia tentu lebih layak menumbuhkan cinta dan kerinduan yang sama.

Masya Allah, pohon kurma yang tak memiliki hati seperti manusia saja bisa menangis karena jauh dari Rasulullah. Lalu bagaimana dengan kita? Meski tak pernah melihat wajah beliau secara langsung, semoga hati ini tetap dipenuhi rasa cinta dan kerinduan kepada sosok terbaik sepanjang zaman.

Gambar 3 : Potret Jamaah Perempuan Low Cost Umroh saat Berada di Masjid Nabawi

Bagi sahabat yang punya impian menapakkan kaki di Madinah, berziarah ke Masjid Nabawi, dan merasakan langsung suasana tempat penuh sejarah ini, perjalanan umroh bisa menjadi momen yang begitu berharga.

Bersama Low Cost Umroh, sahabat bisa berangkat umroh hemat mulai 23 jutaan dengan fasilitas all-in, mulai dari tiket, hotel, makan, hingga pendampingan ibadah yang nyaman.

Yuk wujudkan niat ke Tanah Suci. Siapkan langkah menuju Baitullah, rasakan sendiri jejak perjuangan Rasulullah, dan jangan sampai kesempatan umroh tahun ini terlewat begitu saja.

Bermanfaat? Yuk, Share Ke Sesama Sahabat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *