
Badal Umroh: Siapa Yang Boleh Dan Bagaimana Tata Caranya?
Ingin membadalkan umroh untuk orang tercinta? Ketahui siapa yang boleh dibadalkan umrohnya dan bagaimana tata caranya. Cek lengkapnya disini!

Sahaba ingin sekali memberangkatkan orang tua ke Tanah Suci, tapi kondisi mereka sudah tidak memungkinkan? Entah karena usia yang semakin renta, sakit menahun, atau bahkan sudah berpulang lebih dulu.
Di sinilah badal umroh hadir sebagai jawaban. Badal umroh adalah ibadah umroh yang dijalankan oleh seseorang atas nama orang lain. Tapi perlu diingat ya, Sahabat, badal umroh bukan untuk sembarang orang. Ibadah ini hanya diperbolehkan untuk mereka yang sudah wafat, jemaah lansia yang sakit keras, atau orang yang memang sudah tidak mampu lagi melakukan perjalanan jauh. Jadi bukan buat kita yang masih muda, sehat, dan kuat jalan kaki keliling Ka’bah
Dan sekarang badal umroh bisa direquest langsung lewat travel resmi seperti Ventour Travel dan Low Cost Umroh, lengkap dengan dokumentasi foto, video, bahkan sertifikat badal atas nama orang yang dibadalkan.
Apa Itu Badal Umroh
Secara sederhana, badal umroh adalah pelaksanaan ibadah umroh yang diwakilkan kepada orang lain. Dalam istilah fikih, orang yang dibadalkan disebut mustahil, sedangkan yang melaksanakan disebut mubadil. Hukum badal umroh adalah mubah (diperbolehkan), terutama bagi mereka yang memang sudah tidak punya kemampuan fisik atau telah meninggal dunia.
Namun ada beberapa syarat penting yang wajib dipahami Sahabat, seperti yang dilansir dari Badan Pengelola Keuangan Haji :
- Pertama, orang yang dibadalkan benar-benar tidak mampu berangkat sendiri. Misalnya karena sakit parah, usia lanjut, atau kondisi medis yang tidak memungkinkan melakukan perjalanan jauh. Badal umroh juga sah untuk orang yang sudah wafat.
- Kedua, orang yang membadalkan harus sudah pernah umroh untuk dirinya sendiri. Jadi tidak boleh seseorang yang belum pernah umroh lalu membadalkan untuk orang lain. Prinsipnya, kewajiban pribadi harus diselesaikan dulu sebelum membantu orang lain.
- Ketiga, harus ada izin. Jika orangnya masih hidup, wajib ada persetujuan langsung. Jika sudah wafat, maka izin dari ahli waris.
- Keempat, mubadil harus paham dan mampu menjalankan seluruh rukun umroh dengan benar. Mulai dari ihram, tawaf, sa’i, tahallul, sampai tertib. Karena badal umroh bukan sekadar simbol, tapi ibadah yang sah secara syariat.
Baca Juga : Cek Disini! Cara Agar Mudah Ingat Hitungan Putaran Tawaf!
Tata Cara Badal Umroh
Pada dasarnya, tata cara badal umroh sama seperti umroh biasa. Yang membedakan hanya pada bagian niat, karena semua ibadah diniatkan atas nama orang lain. Berikut alurnya ya Sahabat:
1. Mandi Sunnah dan Mengenakan Ihram
Sebelum memulai, orang yang akan membadalkan dianjurkan mandi sunnah terlebih dahulu sebagai bentuk persiapan diri. Setelah itu, memakai pakaian ihram seperti umroh pada umumnya. Untuk laki-laki berupa dua lembar kain putih tanpa jahitan, sedangkan perempuan mengenakan pakaian yang menutup seluruh tubuh kecuali wajah dan telapak tangan.
2. Mengucapkan Niat Badal Umroh
Setelah berpakaian ihram, langkah paling penting adalah membaca niat. Karena inti dari ibadah ada pada niatnya. Bacaan niat badal umroh yaitu:
نَوَيْتُ العُمْرَةَ وَأَحْرَمْتُ بِهاَ للهِ تَعَالَى عَنْ فُلَانٍ
Nawaytul ‘umrata wa ahramtu biha lillāhi ta’ālā ‘an fulān (sebut nama orang yang akan dibadalkan).” Artinya: “Aku menyengaja ibadah umrah dan aku ihram umrah karena Allah ta’ala untuk si fulan (sebut nama orang yang akan dibadalkan).” Bacaan niat ini harus dilafalkan dengan penuh keyakinan dan keikhlasan. Sebutkan nama orang yang dibadalkan agar niat ini benar-benar tersampaikan dan sesuai dengan ketentuan.
3. Memulai dari Miqat
Seperti umroh biasa, badal umroh juga harus dimulai dari miqat. Miqat adalah batas tempat tertentu yang menjadi titik awal seseorang masuk ihram sebelum menuju Mekkah. Dari sinilah rangkaian ibadah umroh resmi dimulai.
4. Menjalankan Seluruh Rukun Umroh
Setelah niat, mubadil wajib melaksanakan semua rukun umroh secara lengkap, yaitu tawaf mengelilingi Ka’bah sebanyak tujuh putaran, sa’i antara bukit Shafa dan Marwah sebanyak tujuh kali, lalu tahallul dengan mencukur atau memotong rambut sebagai tanda keluar dari ihram, dan semuanya dilakukan secara tertib sesuai urutan.
5. Menjaga Diri dari Larangan Ihram
Selama dalam keadaan ihram, orang yang membadalkan harus benar-benar menjaga diri dari hal-hal yang dilarang, seperti memakai parfum, memotong kuku, berburu, atau melakukan hal lain yang membatalkan ihram. Aturannya sama persis seperti umroh biasa, sehingga perlu dilakukan dengan penuh kehati-hatian dan kesadaran.
Nah buat Sahabat yang ingin menunaikan umroh sekaligus membadalkan orang tua atau keluarga tercinta, umroh bersama Low Cost Umroh bisa jadi pilihan yang tepat. Dengan harga yang hemat dan terjangkau, fasilitas yang diberikan sudah all in sehingga Sahabat bisa fokus ibadah tanpa ribet memikirkan biaya tambahan.

Program umroh di Low Cost Umroh biasanya sudah termasuk 2 kali umroh, jadi Sahabat bisa menjalankan umroh untuk diri sendiri sekaligus membadalkan umroh untuk orang yang ingin dibadalkan.
Atau Sahabat juga bisa mempercayakan Badal Umroh dengan tim Ventour Travel dan Low Cost Umroh. Setiap proses badal umroh dilengkapi dengan video dokumentasi langsung dari Tanah Suci serta sertifikat resmi badal umroh atas nama orang yang dibadalkan.
Jadi bukan cuma niat di hati, tapi benar-benar ada bukti nyata bahwa ibadah itu telah ditunaikan.
Yuk, wujudkan bakti terbaik untuk orang tercinta meski mereka sudah tak mampu melangkah ke Mekkah.


