
Masjid Qiblatain: Masjid Dengan Dua Kiblat Di Madinah
Kenali sejarah Masjid Qiblatain di Madinah, masjid yang menjadi saksi perubahan arah kiblat dari Masjidil Aqsha menuju Ka’bah.

Pernah dengar ada masjid di Madinah yang punya dua kiblat? Eits, jangan salah paham dulu ya, Sahabat.
Ini bukan karena kesalahan arah atau ajaran yang berbeda, justru masjid ini menjadi salah satu saksi peristiwa paling bersejarah dalam perjalanan Islam.
Masjid tersebut adalah Masjid Qiblatain, yang secara harfiah berarti “masjid dua kiblat”. Di tempat inilah Rasulullah SAW dan para sahabat menerima perintah langsung dari Allah SWT untuk mengubah arah kiblat dari Masjidil Aqsha di Baitul Maqdis menuju Ka’bah di Masjidil Haram, Makkah.
Peristiwa ini bukan hanya mengubah arah salat umat Islam, tetapi juga menjadi momen penting yang menegaskan identitas dan perjalanan dakwah Islam.
Momen Bersejarah Saat Arah Kiblat Berubah
Menurut berbagai riwayat dan penjelasan yang dilansir oleh Kementerian Agama RI, peristiwa ini terjadi pada tahun ke-2 Hijriah. Saat itu Rasulullah SAW sedang memimpin salat berjamaah di wilayah Bani Salamah, yang kini dikenal sebagai lokasi berdirinya Masjid Qiblatain.
Pada dua rakaat pertama, Rasulullah dan para sahabat masih menghadap ke arah Baitul Maqdis (Masjidil Aqsha). Namun di tengah pelaksanaan salat, turunlah wahyu Allah SWT melalui Malaikat Jibril yang memerintahkan agar kiblat dialihkan ke Ka’bah.
Perintah ini juga diabadikan dalam Al-Qur’an Surah Al-Baqarah ayat 144.
“Sungguh, Kami melihat wajahmu (Nabi Muhammad) sering menengadah ke langit. Maka, pasti akan Kami palingkan engkau ke kiblat yang engkau sukai. Lalu, hadapkanlah wajahmu ke arah Masjidilharam. Di mana pun kamu sekalian berada, hadapkanlah wajahmu ke arah itu. Sesungguhnya orang-orang yang diberi kitab benar-benar mengetahui bahwa (pemindahan kiblat ke Masjidilharam) itu adalah kebenaran dari Tuhan mereka. Allah tidak lengah terhadap apa yang mereka kerjakan.”
قَدْ نَرٰى تَقَلُّبَ وَجْهِكَ فِى السَّمَاۤءِۚ فَلَنُوَلِّيَنَّكَ قِبْلَةً تَرْضٰىهَاۖ فَوَلِّ وَجْهَكَ شَطْرَ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِۗ وَحَيْثُ مَا كُنْتُمْ فَوَلُّوْا وُجُوْهَكُمْ شَطْرَهٗۗ وَاِنَّ الَّذِيْنَ اُوْتُوا الْكِتٰبَ لَيَعْلَمُوْنَ اَنَّهُ الْحَقُّ مِنْ رَّبِّهِمْۗ وَمَا اللّٰهُ بِغَافِلٍ عَمَّا يَعْمَلُوْنَ ١٤٤
Tanpa menunda sedikit pun, Rasulullah SAW langsung berputar arah di tengah salat dan para sahabat yang menjadi makmum pun segera mengikuti beliau. Bayangkan, dalam satu rangkaian salat, arah kiblat berubah secara langsung sebagai bentuk ketaatan kepada perintah Allah SWT. Dari sinilah kemudian masjid ini dikenal dengan nama Masjid Qiblatain atau “masjid dengan dua kiblat”.
Beberapa ulama memang memiliki perbedaan pendapat mengenai waktu tepat terjadinya peristiwa ini, apakah pada salat Zuhur atau Asar. Namun mayoritas riwayat menyebutkan bahwa perubahan arah kiblat berlangsung ketika Rasulullah SAW sedang mengimami salat Zuhur bersama para sahabat.
Baca Juga : Kebiasaan Rasulullah Di Masjid Quba Yang Perlu Diteladani – LCU
Masjid Qiblatain, Destinasi Bersejarah yang Wajib Dikunjungi
Terletak sekitar 7 kilometer dari Masjid Nabawi, Masjid Qiblatain menjadi salah satu destinasi yang hampir selalu masuk dalam agenda city tour Madinah bagi jemaah umroh maupun haji. Selain memiliki nilai sejarah yang sangat besar, masjid ini juga memiliki arsitektur yang unik dan penuh makna.
Dahulu, Masjid Qiblatain memiliki dua mihrab yang menandai dua arah kiblat, yaitu ke Baitul Maqdis dan ke Ka’bah. Setelah beberapa kali renovasi, termasuk pada masa Kerajaan Arab Saudi, kini masjid hanya menggunakan satu mihrab yang menghadap ke Ka’bah. Meski begitu, penanda arah kiblat lama masih tetap dipertahankan sebagai pengingat akan peristiwa bersejarah tersebut.
Bangunan masjid yang didominasi kubah dan menara berwarna putih ini juga menyimpan simbol-simbol yang merepresentasikan perubahan arah kiblat. Tidak heran jika banyak jemaah yang merasa haru saat mengunjungi tempat ini, karena mereka dapat menyaksikan langsung lokasi yang menjadi saksi turunnya wahyu Allah SWT dan ketaatan luar biasa Rasulullah SAW beserta para sahabat.
Kalau nanti Sahabat berkesempatan beribadah ke Tanah Suci, jangan lewatkan untuk mampir ke Masjid Qiblatain. Bukan hanya sekadar wisata religi, tetapi juga kesempatan untuk mengenang salah satu momen paling penting dalam sejarah Islam yang mengajarkan kita tentang kepatuhan dan keikhlasan dalam menjalankan perintah Allah SWT.

Beribadah dan menelusuri jejak sejarah Islam tentu akan terasa semakin berkesan bersama program Umroh Hemat 24 Jutaan dari Low Cost Umroh.
Selain biaya yang lebih terjangkau, Sahabat juga sudah mendapatkan fasilitas free city tour Makkah dan Madinah, termasuk mengunjungi berbagai destinasi bersejarah seperti Masjid Qiblatain.
Yuk, wujudkan impian ke Baitullah bersama Low Cost Umroh dan rasakan pengalaman ibadah yang nyaman, berkesan, serta penuh makna. Segera konsultasikan jadwal keberangkatan Sahabat dan amankan seat terbaik dari sekarang!



