
Vaksin Meningitis Cegah Jamaah dari Risiko Kematian <24 Jam!
Kenapa vaksin meningitis wajib untuk jamaah? Lonjakan lansia & risiko kematian <24 jam bikin sahabat perlu tahu bahayanya sebelum berangkat!

Dilansir dari Himpuh, Lonjakan jamaah haji dan umrah dari berbagai negara setiap tahunnya membawa tantangan kesehatan yang tidak bisa dianggap sepele. Di tengah jutaan orang yang beraktivitas dalam ruang gerak terbatas, para ahli kembali menyoroti ancaman meningitis, infeksi bakteri mematikan yang bisa merenggut nyawa kurang dari 24 jam.
Fakta terbaru menunjukkan lebih dari 22% jamaah tahun 2025 adalah lansia dengan komorbid, kelompok yang jauh lebih rentan. Kombinasi cuaca panas, kelelahan fisik, kontak erat, hingga percampuran jamaah dari kawasan meningitis belt membuat risiko penularan meningkat drastis. Di sinilah vaksin meningitis menjadi tameng penting yang tak boleh diabaikan sebelum sahabat berangkat ke Tanah Suci.
Ancaman Kesehatan yang Sering Diabaikan
Lonjakan jamaah haji dan umrah dari berbagai penjuru dunia membawa tantangan kesehatan yang tak bisa diremehkan. Di tengah jutaan orang yang berkumpul dalam waktu yang sama, para ahli kembali menyoroti satu ancaman serius: penyakit meningokokus (meningitis) invasif, infeksi bakteri mematikan yang mampu merenggut nyawa hanya dalam hitungan jam.
Data Kementerian Agama per Juni 2025 bahkan menunjukkan bahwa lebih dari 22 persen jamaah haji tahun ini atau sekitar 44 ribu orang berada dalam kelompok lanjut usia. Mayoritas memiliki penyakit penyerta, dan catatan komorbid terus meningkat. Kondisi ini membuat mereka jauh lebih rentan terserang penyakit serius, termasuk meningokokus.
Situasi ini bukan sekadar teori. Ketua PERDOKHI, Dr. dr. Syarief Hasan Lutfie, SpKFR, MARS, AIFO–K, menegaskan bahwa ibadah yang melibatkan jutaan manusia dalam ruang gerak terbatas berpotensi memicu penyebaran cepat.
“Potensi penularan penyakit meningokokus invasif dipengaruhi suhu, kelembapan, kontak erat, polusi udara, dan kelelahan fisik,” ujarnya dalam acara peluncuran vaksin meningitis konjugat dari Kalventis di Jakarta belum lama ini.
Beliau juga mengingatkan bahwa jamaah haji dan umrah datang dari berbagai negara, termasuk wilayah yang masuk kategori meningitis belt.
“Risiko semakin tinggi karena terdapat jutaan jemaah dari ratusan negara berkumpul di Tanah Suci untuk menunaikan ibadah haji dan umrah. Termasuk, jemaah dari wilayah sub-sahara Afrika yang termasuk kawasan meningitis belt,” jelasnya.
Baca Juga : Siapa Sangka? Liburan ke Arab Saudi Bisa Bikin Awet Muda!
Kewajiban Vaksin Meningitis
Di tengah padatnya aktivitas ibadah, penyakit meningokokus dapat menyebar hanya melalui droplet, seperti batuk atau bersin. Satgas Imunisasi Dewasa PAPDI, dr. Suzy Maria, Sp.PD-KAI, MSc, menjelaskan bahwa penyakit ini dikenal sebagai invasive meningococcal disease (IMD) dan disebabkan oleh bakteri Neisseriae meningitidis.
“Penularannya bisa melalui droplet saat batuk atau bersin, kontak erat dengan orang yang terinfeksi. Penyakit ini berbahaya karena dapat menyebabkan kematian kurang dari 24 jam. Bila seseorang sembuh pun masih terdapat gejala sisa seperti kehilangan pendengaran, kejang, dan amputasi,” ungkapnya.
Gejalanya sering mirip dengan infeksi berat—demam tinggi, sakit kepala hebat, hingga kaku kuduk—sehingga sering kali disepelekan. Namun bahaya terbesar justru dari kemampuannya bertahan di tubuh tanpa menimbulkan gejala apa pun.
“Namun patut diwaspadai fakta bahwa bakteri Neisseriae meningitidis bisa bertahan hingga berbulan-bulan di area nasofaring. Angka kejadian carrier juga biasanya meningkat setelah kepulangan haji dan umrah, sehingga dapat menularkan ke keluarga,” tambah dr. Suzy
Karena itulah Arab Saudi mewajibkan vaksinasi meningitis konjugat untuk seluruh jamaah yang akan memasuki negara tersebut.
Dr. Syarief kembali menekankan:
“Vaksin meningitis konjugat diwajibkan oleh Kementerian Kesehatan Arab Saudi untuk mencegah penularan, kematian, hingga kejadian luar biasa.”
Baca Juga : Keren! WHO Tetapkan Madinah Kota Tersehat di Dunia Lagi!
Vaksin generasi terbaru diketahui memiliki perlindungan lebih lama dan dapat menurunkan risiko seseorang menjadi carrier. Studi menunjukkan efektivitasnya sangat tinggi terhadap empat serogrup meningokokus:
- A (93,5%)
- C (93,5%)
- W (94,5%)
- Y (98,6%)
Dengan jutaan jamaah yang akan kembali memadati Tanah Suci pada musim haji dan umrah 2026, vaksin ini bukan hanya syarat administrasi, tapi benar-benar tameng penting untuk menjaga keselamatan jamaah maupun keluarga mereka di tanah air.

Sahabat yang sedang merencanakan ibadah umroh bisa bernapas lebih tenang jika semua persiapan dilakukan sejak awal—termasuk vaksinasi, kesehatan, dan pemilihan travel yang aman. Low Cost Umroh hadir sebagai pilihan cerdas bagi sahabat yang ingin berangkat dengan biaya terjangkau mulai dari 23 juta, namun tetap mendapatkan fasilitas all-in, pelayanan ramah, dan pendampingan profesional dari awal hingga pulang ke tanah air.
Dengan harga hemat tanpa mengurangi kualitas, sahabat bisa fokus beribadah dengan tenang, nyaman, dan penuh kekhusyukan.
Siap berangkat umroh tanpa ribet dan tetap aman? Klik di sini untuk konsultasi & booking kursi sekarang!
