
Idhtiba: Sunnah Membuka Bahu Kanan Saat Tawaf Umroh
Kenali apa itu idhtiba dalam ibadah umroh, tata cara mengenakannya, serta kapan jemaah laki-laki disunahkan membuka bahu kanan saat tawaf.

Saat melaksanakan ibadah umroh, Sahabat mungkin pernah melihat jemaah laki – laki mengenakan kain ihram dengan posisi bahu kanan terbuka. Sementara itu, bagian kain lainnya disampirkan menutupi bahu kiri. Nah, cara berpakaian seperti ini dikenal dengan istilah idhtiba.
Idhtiba merupakan salah satu sunnah dalam ibadah umroh yang dilakukan oleh jemaah laki – laki ketika melaksanakan tawaf. Meski terlihat sederhana, masih banyak jemaah yang belum memahami bagaimana cara melakukannya dan kapan posisi kain ihram tersebut harus diterapkan.
Lantas, apakah idthiba harus dilakukan selama di Tanah Suci? Atau hanya pada waktu tertentu saja? Yuk, Sahabat, kenali lebih jauh tata cara dan ketentuan idhtiba agar tidak keliru saat menjalankan ibadah umroh!
Apa Itu Idhtiba?
Secara sederhana, idhtiba adalah cara mengenakan kain ihram bagian atas dengan memberikan bahu dan lengan kanan terbuka, sedangkan bahu kiri tetap tertutup.
Caranya dilakukan dengan memasukkan bagian tengah kain ihram melalui bawah ketiak kanan, kemudian kedua ujung kain disampirkan ke atas bahu kiri. Dengan begitu, bagian bahu kanan akan terbuka selama jemaah melaksanakan tawaf.
Idhtiba termasuk sunah bagi jemaah laki-laki ketika melakukan tawaf umroh. Jadi, amalan ini bukan sekadar gaya mengenakan kain ihram, melainkan bagian dari tata cara ibadah yang memiliki tuntunan dalam pelaksanaannya.
Baca Juga : Keistimewaan Umroh Saat Isra Miraj Yang Perlu Diketahui!
Kapan Idhtiba Dilakukan?

Nah, ini yang juga penting untuk Sahabat pahami! Idhtiba tidak dilakukan sepanjang waktu selama jemaah berada dalam keadaan ihram.
Amalan ini hanya disunahkan ketika jemaah laki – laki melaksanakan tawaf umroh, yaitu selama tujuh putaran mengelilingi ka’bah. Setelah tawaf selesai, jemaah perlu kembali menutup kedua bahunya dengan kain ihram.
Artinya, ketika melanjutkan ibadah sa’i dari Safa ke Marwah, melaksanakan salat sunah dua rakaat setelah tawaf, ataupun melakukan aktivitas lainnya, kedua bahu harus kembali tertutup.
Baca Juga : Botak atau Potong Pendek Saat Tahallul, Mana Yang Utama?
Setiap rangkaian ibadah umroh memiliki tata cara dan ketentuan masing-masing. Mulai dari mengenakan pakaian ihram, melakukan tawaf, hingga melaksanakan sa’i, semuanya perlu dipahami agar Sahabat tidak kebingungan saat berada di Tanah Suci.
Jadi, jangan hanya fokus mempersiapkan perlengkapan dan kebutuhan perjalanan, tetapi pastikan juga Sahabat sudah membekali diri dengan pengetahuan seputar manasik umroh.
Semoga setiap langkah perjalanan Sahabat menuju Baitullah diberikan kemudahan dan menjadi ibadah yang mabrur. Aamiin.



