
Ini Alasan Dilarangnya Mengejar Merpati Saat di Tanah Suci!
Jangan mengejar atau mengganggu burung merpati di Tanah Haram. Ketahui alasannya disini, dari aturan Arab Saudi, dan denda hingga 1.000 Riyal.

Saat menjalankan ibadah umroh di Makkah maupun Madinah, Sahabat pasti akan sering melihat burung-burung merpati beterbangan atau berjalan santai di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi. Burung-burung tersebut sudah sangat terbiasa dengan keberadaan manusia sehingga tampak jinak dan tidak mudah terbang ketika didekati.
Pemandangan ini sering membuat banyak jemaah ingin mengabadikan momen dengan cara mengejar burung merpati agar terbang bersamaan atau bahkan memberikan makanan supaya berkumpul.
Padahal, tindakan tersebut sebaiknya dihindari karena bertentangan dengan aturan yang berlaku di kawasan Tanah Haram.
Mengapa Burung Merpati di Tanah Haram Tidak Boleh Diganggu?
Larangan mengganggu burung merpati bukan karena burung tersebut memiliki keistimewaan tertentu dibandingkan hewan lainnya. Alasannya adalah karena burung-burung tersebut hidup di kawasan Tanah Haram, yaitu wilayah suci yang memiliki aturan khusus dalam syariat Islam.
Di kawasan Tanah Haram, seluruh makhluk hidup mendapatkan perlindungan. Oleh sebab itu, setiap jemaah dilarang melakukan tindakan yang dapat mengganggu satwa yang hidup di dalamnya, termasuk burung merpati.
Bentuk gangguan yang dimaksud bukan hanya menangkap atau memburu, tetapi juga:
- Mengejar burung agar terbang.
- Mengagetkannya demi mendapatkan foto atau video.
- Sengaja membuat burung berpindah tempat.
- Melakukan tindakan lain yang menyebabkan burung merasa terganggu.
Sebagai tamu di Tanah Suci, sudah sepatutnya setiap muslim menghormati aturan yang berlaku dan menjaga ketenangan seluruh makhluk ciptaan Allah.
Mengapa Tidak Boleh Memberi Makan Burung Merpati?
Banyak orang menganggap memberi makan burung adalah perbuatan baik. Namun, khusus di sekitar Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, Pemerintah Arab Saudi melarang aktivitas tersebut.
Larangan ini diberlakukan untuk menjaga kebersihan dan kenyamanan kawasan ibadah yang setiap harinya dipenuhi jutaan jemaah dari berbagai negara.
Apabila burung terus-menerus diberi makan, beberapa dampak yang dapat terjadi antara lain:
- Populasi burung meningkat secara tidak terkendali.
- Kotoran burung semakin banyak dan mengotori area ibadah.
- Lingkungan menjadi kurang bersih dan kurang nyaman.
- Risiko penyebaran penyakit meningkat karena banyaknya burung yang berkumpul.
Dengan tidak memberi makan burung, Sahabat turut membantu menjaga kebersihan serta kenyamanan dua masjid suci yang menjadi tujuan ibadah umat Islam dari seluruh dunia.
Baca Juga : Hati-Hati! Kasih Makan Merpati di Trotoar Bisa Kena Denda!
Pelanggar Bisa Didenda Hingga 1.000 Riyal Saudi
Pemerintah Arab Saudi juga menerapkan aturan yang cukup tegas bagi siapa saja yang melanggar larangan tersebut.
Jemaah maupun masyarakat yang kedapatan memberi makan burung merpati di kawasan yang telah ditetapkan dapat dikenai denda hingga 1.000 Riyal Saudi.
Kebijakan ini merupakan bagian dari komitmen Pemerintah Arab Saudi dalam menjaga kebersihan lingkungan, kesehatan masyarakat, serta kenyamanan seluruh jemaah yang datang untuk beribadah di Makkah dan Madinah.
Karena itu, selama berada di Tanah Suci, Sahabat sebaiknya mengikuti seluruh aturan yang berlaku agar ibadah dapat berjalan dengan nyaman dan khusyuk.
Melihat burung merpati yang berkeliaran di sekitar Masjidil Haram maupun Masjid Nabawi memang menjadi pengalaman yang berkesan. Namun, Sahabat cukup menikmati pemandangan tersebut dari kejauhan tanpa mengejar, mengganggu, ataupun memberinya makan.
Dengan mematuhi aturan tersebut, Sahabat tidak hanya terhindar dari sanksi denda, tetapi juga ikut menjaga kesucian Tanah Haram, menciptakan lingkungan ibadah yang bersih dan nyaman, serta menunjukkan rasa hormat terhadap aturan yang berlaku di kota suci umat Islam.

Selain mempersiapkan ibadah, memahami adab dan aturan selama berada di Tanah Suci juga menjadi bekal penting agar umroh semakin nyaman dan penuh keberkahan. Bersama Low Cost Umroh, Sahabat akan mendapatkan pembekalan manasik sehingga lebih siap menjalankan ibadah sesuai tuntunan, termasuk memahami berbagai aturan yang berlaku di Makkah dan Madinah.
Low Cost Umroh menghadirkan paket umroh dengan harga yang tetap ramah di kantong tanpa mengurangi kenyamanan perjalanan.
Mulai dari fasilitas hotel yang nyaman, pendampingan tour leader dan muthowif berpengalaman, hingga proses keberangkatan yang mudah, semuanya dirancang agar Sahabat bisa fokus beribadah dengan tenang.
Yuk, wujudkan impian berangkat ke Tanah Suci bersama Low Cost Umroh. Pilih paket umroh yang sesuai kebutuhan Sahabat dan rasakan pengalaman ibadah yang nyaman, hemat, serta penuh keberkahan.



