
Maqom Ibrahim Bukan Makam Nabi Ibrahim, Simak Faktanya!
Banyak yang mengira Maqom Ibrahim adalah kuburan Nabi Ibrahim AS. Padahal, kubah emas di depan Ka’bah ini menyimpan sejarah yang luar biasa.

Bagi jemaah yang baru pertama kali menginjakkan kaki di pelataran Masjidil Haram, pandangan mata biasanya akan langsung tertuju pada kemegahan Ka’bah. Namun, jika Sahabat bergeser hanya beberapa meter dari pintu Baitullah, Sahabat akan menemukan sebuah bangunan kecil berbentuk kubah kaca berlapis emas dan perak yang sangat cantik. Inilah Maqom Ibrahim.
Sayangnya, masih banyak yang mengira Maqom Ibrahim merupakan makam atau tempat dimakamkannya Nabi Ibrahim AS. Faktanya, Maqom Ibrahim bukan tempat dimakanya Nabi Ibrahim AS. Lalu, apa itu Maqom Ibrahim? Mengapa tempat ini begitu istimewa hingga dikelilingi banyak jemaah?
Apa Itu Maqom Ibrahim?
Kesalahpahaman ini berawal dari perbedaan istilah.
Dalam bahasa Arab, maqam (مقام) berarti tempat berdiri atau tempat berpijak. Berbeda dengan maqbarah atau makam yang berarti tempat pemakaman.
Jadi, Maqam Ibrahim bukanlah makam Nabi Ibrahim AS, melainkan batu yang dahulu menjadi pijakan beliau saat membangun Ka’bah bersama putranya, Nabi Ismail AS.
Sejarah Maqom Ibrahim
Ketika Allah SWT memerintahkan Nabi Ibrahim AS untuk membangun Ka’bah, Nabi Ismail AS membantu mengumpulkan batu – batu bangunan, sedangkan Nabi Ibrahim menyusunnya. Seiring dinding Ka’bah , Nabi Ibrahim membutuhkan pijakan agar dapat menyusun batu pada bagian atas. Beliau kemudian berdiri di atas sebuah batu.
Atas izin Allah SWT, batu tersebut menjadi lunak sehingga kedua telapak kaki Nabi Ibrahim AS membekas di permukaan nya. Bahkan dalam berbagai riwayat disebutkan batu itu naik dan turun mengikuti ketinggian bangun Ka’bah sehingga memudahkan beliau menyelesaikan pembangunan.

Hingga saat ini, bekas telapak kaki Nabi Ibrahim AS masih dapat dilihat langsung oleh para jemaah. Jejak tersebut berada di atas batu yang kini disimpan dalam pelindung Ka’bah khusus di samping Ka’bah. Menariknya, pada zaman dahulu posisi Maqam Ibrahim ini sebenarnya menempel langsung dengan dinding Ka’bah.
Namun, agar tidak mengganggu jalur jemaah yang sedang melakukan tawaf, posisinya digeser beberapa meter ke belakang seperti yang kita lihat hari ini.
Keutamaan Sholat di Belakang Maqom Ibrahim
Maqom Ibrahim memiliki kedudukan istimewa dalam syariat islam. Setelah menyelesaikan tawaf, jemaah sangat dianjurkan melaksanakan sholat sunnah dua rakaat di belakang Maqom Ibrahim apabila kondisi memungkinkan
Baca Juga : 3 Amalan Mustajab Agar Segera Berangkat Umroh Ke Tanah Suci
Dalam Haji Wada, Rasulullah SAW juga melaksanakan sholat dua rokaat di belakang Maqom Ibrahim setelah menyelesaikan tawaf. Inilah yang menjadi teladan bagi umat islam hingga sekarang.
Perlu diingat, apabila kondisi di sekitar Maqom Ibrahim sangat padat, sholat sunnah tetap boleh dilakukan di area lain dalam Masjidil Haram agar tidak mengganggu kelancaran tawaf jemaah lainnya.
Kalau Sahabat sudah lama menyimpan keinginan untuk beribadah ke Tanah Suci, mungkin ini saatnya mulai mempersiapkannya. Bersama LCU, perjalanan umroh tidak hanya tentang berangkat ke Makkah, tetapi juga memahami makna di balik setiap tempat yang dikunjungi agar ibadah terasa lebih berkesan dan penuh hikmah.
Semoga Allah segera memudahkan langkah Sahabat untuk menjadi tamu-Nya di Baitullah.



