
5 Keistimewaan Ramadhan Untuk Umat Nabi Muhammad SAW
Keistimewaan Ramadhan untuk umat Nabi Muhammad ternyata sangat luar biasa. inilah 5 keutamaan Ramadhan yang menjadi karunia dari Allah SWT.

Bulan Ramadhan bukan hanya sekadar waktu tahunan untuk menunaikan ibadah puasa. Di balik datangnya bulan suci ini, ternyata ada banyak keistimewaan yang Allah SWT siapkan khusus bagi umat Nabi Muhammad SAW. Keistimewaan tersebut menjadi bukti betapa besarnya kasih sayang Allah kepada umat akhir zaman, meskipun hidup di masa yang paling dekat dengan hari kiamat.
Para ulama juga menjelaskan bahwa di bulan Ramadhan, Allah SWT memberikan berbagai karunia istimewa yang tidak seluruhnya diberikan kepada umat nabi-nabi sebelumnya. Keutamaan ini menjadi hadiah besar bagi umat Nabi Muhammad SAW agar semakin bersemangat memperbanyak ibadah dan mendekatkan diri kepada-Nya. Hal ini pun disebutkan dalam salah satu hadis Nabi Muhammad SAW yang menjelaskan tentang kemuliaan Ramadhan bagi umatnya.
5 Keistimewaan Ramadhan dari Allah SWT
Rasulullah SAW bersabda:
أُعْطِيَتْ أُمَّتِيْ فِي شَهْرِ رَمَضَانَ خَمْسًا لَمْ يُعْطَهُنَّ نَبِيٌ قَبْلِي: أَمَّا وَاحِدَةٌ، فَإِنَّهُ اِذَا كاَنَ أَوَّلُ لَيْلَةٍ مِنْ شَهْرِ رَمَضَانَ يَنْظُرُ اللهُ إِلَيْهِمْ، وَمَنْ نَظَرَ اللهُ إِلَيْهِ لَمْ يُعَذِّبْهُ أَبَدًا. وَأَمَّا الثَّانِيَةُ: فَإِنَّ خُلُوْفَ أَفْوَاهِهِمْ حِيْنَ يَمْسُوْنَ أَطْيَبُ عِنْدَ اللهِ مِنْ رِيْحِ الْمِسْكِ. وَأَمَّا الثَّالِثَةُ: فَإِنَّ الْمَلَائِكَةَ تَسْتَغْفِرُ لَهُمْ فِي كُلِّ يَوْمٍ وَلَيْلَةٍ. وَأَمَّا الرَّابِعَةُ: فَإِنَّ اللهَ عَزَّ وَجَلَّ يَأْمُرُ جَنَّتَهُ فَيَقُوْلُ لَهَا اِسْتَعِدِّيْ وَتَزَيِّنِي لِعِبَادِيْ أَوْشَكَ أَنْ يَسْتَرِحُوْا مِنْ تَعْبِ الدُّنْيَا إِلَى دَارِيْ وَكَرَامَتِي. وَأَمَّا الخَامِسَةُ: فَإِذَا كاَنَ آخِرُ لَيْلَةٍ غَفَرَ اللهُ لَهُمْ جَمِيْعًا». فَقَالَ رَجُلٌ مِنَ الْقَوْمِ: هِيَ لَيْلَةُ الْقَدْرِ يَا رَسُوْلَ الله؟ قَالَ: «لَا، أَلَمْ تَرَ إِلَى الْعُمَّالِ إِذَا فَرَغُوْا مِنْ أَعْمَالِهِمْ وَفّوُا أُجُوْرَهُمْ».
Artinya:
“Telah diberikan kepada umatku di bulan Ramadhan lima perkara yang belum pernah diberikan kepada nabi sebelumku. Pertama, ketika malam pertama Ramadhan tiba, Allah melihat mereka. Siapa yang dilihat oleh Allah, maka ia tidak akan disiksa selamanya. Kedua, bau mulut orang yang berpuasa di sore hari lebih harum di sisi Allah daripada bau minyak kasturi. Ketiga, para malaikat memohonkan ampunan untuk mereka setiap siang dan malam. Keempat, Allah memerintahkan surga-Nya dan berfirman: ‘Bersiaplah dan berhiaslah untuk hamba-hamba-Ku, mereka akan beristirahat dari kelelahan dunia menuju rumah-Ku dan kemuliaan-Ku.’ Kelima, pada malam terakhir Ramadhan Allah mengampuni mereka semua.”
Kemudian seorang sahabat bertanya “Apakah itu Lailatul Qadr wahai Rasulullah?”
Nabi Muhammad SAW menjawab, “Tidak. Tidakkah kamu melihat para pekerja? Jika mereka telah menyelesaikan pekerjaannya, maka mereka akan menerima upahnya.” (HR. Al-Baihaqi)
Makna 5 Keistimewaan di Bulan Ramadhan
Dilansir dari HImpuh, Dalam kitab Ghayatul Ihsan fi Fadli Syahri Romadhon, Abil Fadl al-Ghumari menjelaskan hadis tentang keutamaan Ramadhan dengan penjelasan yang sangat mendalam dan menyentuh hati. Melalui penjelasan para ulama, kita bisa memahami bahwa setiap keistimewaan Ramadhan memiliki makna yang begitu besar bagi umat Nabi Muhammad SAW.
Keistimewaan pertama menggambarkan bagaimana Allah SWT memandang umat Nabi Muhammad dengan penuh kasih sayang pada awal Ramadhan. Pandangan rahmat ini bukan sekadar simbol, tetapi menjadi tanda besarnya cinta Allah kepada hamba-Nya. Bahkan para ulama menjelaskan, siapa saja yang mendapatkan pandangan rahmat tersebut akan dilimpahi ampunan dan keselamatan dari siksa karena luasnya rahmat Allah.
Baca Juga : 3 Masjid Favorit Peziarah di Madinah Selain Masjid Nabawi
Keistimewaan kedua berkaitan dengan bau mulut orang yang sedang berpuasa. Secara manusiawi, mungkin bau tersebut terasa kurang menyenangkan. Namun di sisi Allah SWT, justru sebaliknya. Bau mulut orang yang berpuasa dinilai lebih harum daripada minyak kasturi karena menjadi bukti ketaatan dan kesungguhan seorang hamba dalam menjalankan ibadah puasa.
Penjelasan ini bahkan melahirkan pandangan fikih tertentu dari para ulama. Salah satunya dari Muhammad ibn Idris al-Shafi’i yang berpendapat bahwa bersiwak setelah matahari tergelincir hingga sore hari hukumnya makruh bagi orang yang berpuasa. Alasannya, karena siwak bisa menghilangkan bau mulut tersebut, padahal bau itu memiliki keutamaan di sisi Allah.
Keistimewaan ketiga adalah doa para malaikat yang senantiasa memohonkan ampunan bagi umat Nabi Muhammad sepanjang siang dan malam di bulan Ramadhan. Para ulama mengaitkan hal ini dengan kisah para malaikat yang pernah mempertanyakan penciptaan manusia, sebagaimana disebutkan dalam Al-Qur’an.
قَالُوا أَتَجْعَلُ فِيهَا مَنْ يُفْسِدُ فِيهَا وَيَسْفِكُ الدِّمَاءَ وَنَحْنُ نُسَبِّحُ بِحَمْدِكَ وَنُقَدِّسُ لَكَ
Artinya: “Mereka (para malaikat) berkata: Apakah Engkau hendak menjadikan di bumi orang yang akan merusak dan menumpahkan darah di sana, sedangkan kami bertasbih memuji-Mu dan menyucikan nama-Mu?” (QS. Al-Baqarah: 30)
Karena itulah para malaikat kemudian diperintahkan oleh Allah SWT untuk senantiasa memohonkan ampunan bagi umat Nabi Muhammad. Siang dan malam mereka mendoakan agar umat ini mendapatkan rahmat serta pengampunan dari Allah. Bayangkan, di bulan Ramadhan bukan hanya manusia yang sibuk beribadah, tetapi para malaikat juga ikut memohonkan kebaikan untuk kita semua.
Keistimewaan keempat adalah kabar yang begitu indah. Allah SWT mempersiapkan surga secara khusus bagi orang-orang yang berpuasa. Dalam berbagai penjelasan ulama, surga seakan dihiasi dan dipersiapkan untuk menyambut hamba-hamba Allah yang telah bersabar menahan lapar, dahaga, serta berbagai godaan dunia selama menjalankan ibadah puasa di bulan Ramadhan.
Sementara itu, keistimewaan kelima terjadi pada malam terakhir Ramadhan. Pada malam tersebut, Allah SWT memberikan ampunan yang sangat luas kepada umat Islam yang telah berpuasa dan memperbanyak ibadah sepanjang bulan suci ini. Malam penuh keberkahan ini dalam beberapa keterangan dikenal dengan sebutan Lailatul Jaizah, yaitu malam ketika Allah memberikan “hadiah” atau balasan bagi hamba-hamba-Nya setelah mereka menyelesaikan rangkaian ibadah Ramadhan dengan penuh kesungguhan.

Jika ingin merasakan suasana Ramadhan yang lebih istimewa dengan beribadah langsung di Tanah Suci, kini ada kesempatan untuk mewujudkannya. Bersama Low Cost Umroh, sahabat bisa menjalankan ibadah umroh dengan program yang nyaman, aman, dan harga yang lebih terjangkau. Bayangkan indahnya menjalani Ramadhan dengan shalat di Masjidil Haram atau Masjid Nabawi sambil memperbanyak doa dan ibadah di tempat yang penuh keberkahan.
Yuk, segera rencanakan perjalanan ibadah sahabat bersama Low Cost Umroh dan dapatkan informasi paket terbaiknya sekarang juga.



