Apa Itu Post Umroh Syndrome Dan Gimana Cara Mengatasinya?

Mengenal Post Umroh Syndrome, kondisi dimana jemaah merasa rindu luar biasa pada Tanah Suci, dan bagaimana cara mengatasinya disini.

Gambar 1: Post Umrah Syndrome, perasaan rindu setelah pulang Umroh

Momen kepulangan dari Tanah Suci seringkali menyisakan perasaan yang campur aduk. Di satu sisi, ada kebahagiaan luar biasa karena sudah berhasil menuntaskan ibadah Umroh dengan lancar.

Namun di sisi lain, tidak sedikit jemaah yang mendadak terasa hampa hatinya, sedih, bahkan sampai menangis saat melihat kembali foto-foto atau video selama berada di Mekkah dan Madinah. Rasa kangen ini tak jarang rasanya menyiksa dan berdampak pada kehidupan sehari-hari. 

Jika sahabat atau orang terdekat sahabat merasakan kondisi emosional seperti ini, tenang saja. Hal ini lumrah terjadi dan sering disebut dengan istilah Post Umrah Syndrome atau Sindrom Pasca-Umroh. 

Mengapa fenomena ini bisa terjadi dan bagaimana cara menyikapinya? Mari kita bahas lebih lanjut pada artikel berikut. 

Apa Itu Post Umroh Syndrome?

Gambar 2: Jemaah yang mengalami Post Umrah Syndrome sering merasa hampa hatinya

Dilansir dari Kompas, Post Umrah Syndrome adalah kondisi transisi psikologis, emosional, atau spiritual yang dialami oleh sebagian besar jemaah setelah melakukan ibadah ke Tanah Suci. Kondisi ini mirip dengan Post-Holiday Blues (kesedihan setelah liburan), namun ikutan spiritual yang tercipta jauh lebih mendalam karena melibatkan keimanan dan hubungan personal dengan Sang Pencipta. 

Selama 9 hari atau lebih lebih di Tanah Suci, jemaah sudah membiasakan diri dalam kondisi untuk 100% fokus beribadah dan berada dalam suasana yang ramai dan menenangkan jiwa tanpa pusing memikirkan urusan dunia. Begitu mendarat kembali ke negara asal, jemaah langsung dihadapkan pada realitas hidup yang pada akhirnya memicu shock emosional. 

Setiap orang biasanya menunjukkan respons berbeda-beda, namun ada beberapa gejala umum yang dirasakan oleh jemaah: 

1. Merasa Hampa dan “Homesick”

Biasanya, seseorang mengalami homesick karena merindukan rumah saat bepergian jauh. Namun, dalam kasus Post Umrah Syndrome, jemaah justru merasakan kangen luar biasa pada Makkah dan Madinah, sedangkan rumah sendiri di Tanah Suci justru asing nan hampa. 

2. Sering Melamun dan Menangis Sendirian

Menonton video Umroh orang lain yang lewat di media sosial bahkan mendengar murattal imam Masjidil Haram lewat pemutar musik saja sudah cukup membuat air mata menetes. Memori saat berdoa menghadap Ka’bah atau duduk di Raudhah terus berputar di kepala. 

3. Demotivasi saat Beraktivitas Duniawi 

Ada perasaan enggan untuk kembali mengejar urusan duniawi. Pekerjaan atau aktivitas yang dulu dilakukan, mendadak terasa kurang bermakna dibandingkan dengan nikmatnya berada di Masjid. 

Baca Juga : 3 Amalan Mustajab Agar Segera Berangkat Umroh Ke Tanah Suci

Tips Mengatasi Post Umroh Syndrome

Merasa kangen dengan Baitullah merupakan pertanda bahwa ibadah Sahabat membekas di hati dan Insya Allah ciri Umroh yang mabrur. Namun, larut dalam kesedihan sampai mengganggu aktivitas sehari-hari tentu tidak baik jika dibiarkan begitu saja. Berikut adalah beberapa langkah untuk mengalihkan perasaan Post Umroh Syndrome menjadi hal yang produktif: 

1. Jaga Suasana Tanah Suci di Rumah 

Kalau sahabat rindu dengan atmosfer menenangkan Mekkah atau Madinah, bawalah kebiasaan di sana hingga ke rumah. Tetap pertahankan shalat lima waktu, rutin tadarus Al-Quran setelah subuh, dan perbanyak dzikir harian. 

2. Salurkan Lewat Silaturahmi 

Gunakan momen kepulangan sahabat untuk berbagai cerita dan motivasi kepada keluarga, tetangga, atau teman yang berkunjung. Berbagi cerita tentang pengalaman sahabat selama di Tanah Suci tidak hanya mengobati rasa kangen, tapi juga bisa menularkan energi positif kepada orang lain yang belum berkesempatan ke Baitullah. 

3. Pakai Wewangian Khas Haramain

Indra penciuman kita memori yang sangat kuat. Mengoleskan minyak wangi khas seperti Kasturi atau Oud (Gaharu) pada sajadah saat kamu shalat di rumah, bisa membantu menghadirkan ketenangan psikologis seolah kamu sedang berada di sudut Masjid Nabawi. 

4. Jadikan Motivasi untuk Kembali ke Tanah Suci

Jadikan perasaan rindu sahabat menjadi motivasi untuk bekerja keras agar dapat kembali ke Tanah Suci. Niatkan setiap rupiah yang sahabat dapatkan dari pekerjaan saat ini sebagai tabungan Umroh selanjutnya. Jangan lupa meminta pada Allah SWT untuk disegerakan menjemput undangan kembali ke Tanah Suci. 

Mengalami Post Umrah Syndrome bukanlah sebuah keanehan yang harus ditakuti. Itu adalah bukti bahwa hati sahabat telah tertinggal dan terikat di Baitullah.

Gambar 3: Dokumentasi jemaah LCU saat berada di depan Ka’bah

Kunci utama mengatasinya adalah dengan menyeimbangkan kerinduan itu dengan tanggungjawab hidup di dunia. Jadikan momentum Umroh sebagai titik untuk memperbaiki kualitas diri, sehingga hal-hal baik bisa terpancar pada perilaku sahabat sehari-hari.

Yuk, rencanakan perjalanan Umroh sahabat bersama LCU! 

Bermanfaat? Yuk, Share Ke Sesama Sahabat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *