
Jangan Sia-siakan 10 Malam Terakhir Ramadhan Saat Umroh!
Umroh di bulan Ramadhan? Jangan sia-siakan 10 malam terakhir! Maksimalkan qiyamul lail dan doa di Tanah Suci untuk meraih Lailatul Qadar.

Bulan Ramadhan selalu menjadi momen istimewa bagi umat Islam di seluruh dunia. Terlebih bagi para jamaah yang sedang menunaikan ibadah umroh di Tanah Suci. Meski suasana Masjidil Haram sering kali sangat padat dan melelahkan karena jutaan jamaah berkumpul dari berbagai negara, namun kesempatan beribadah di sana justru menjadi peluang luar biasa untuk meraih pahala berlipat ganda.
Karena itu, jangan sampai waktu selama berada di Makkah atau Madinah justru lebih banyak dihabiskan untuk beristirahat hingga melewatkan momen paling berharga dalam Ramadhan, yaitu sepuluh malam terakhir.
Pada malam-malam inilah umat Islam dianjurkan memperbanyak ibadah, terutama Qiyamul Lail, sebagai upaya meraih keberkahan dan kesempatan bertemu Lailatul Qadar, malam yang lebih baik dari seribu bulan.
Ribuan Jamaah Padati Masjidil Haram di 10 Malam Terakhir Ramadhan
Dilansir dari Kompas, Suasana ibadah di Masjidil Haram semakin terasa khusyuk ketika memasuki sepuluh malam terakhir Ramadhan. Pada malam pertama periode tersebut, ribuan umat Islam tampak memadati Masjidil Haram untuk melaksanakan salat Qiyamul Lail.
Para jamaah terlihat memenuhi hampir seluruh area masjid, mulai dari koridor, halaman, area Mataf di sekitar Ka’bah, hingga jalan-jalan yang mengarah menuju Masjidil Haram. Mereka datang dengan satu tujuan yang sama, yaitu menghidupkan malam Ramadhan dengan ibadah seperti salat tarawih, tahajud, membaca Al-Qur’an, hingga berdoa memohon ampunan kepada Allah SWT.
Untuk memastikan kenyamanan jamaah, Otoritas Umum Urusan Dua Masjid Suci menyiapkan berbagai layanan operasional di area Masjidil Haram. Upaya tersebut meliputi pembersihan dan sterilisasi area masjid, penyemprotan parfum di berbagai titik, serta penambahan karpet salat bagi jamaah.
Distribusi air zamzam juga diperbanyak dengan menyediakan berbagai titik penyaluran sehingga jamaah dapat dengan mudah memperoleh air zamzam dingin maupun suhu normal selama 24 jam. Selain itu, jalur keluar-masuk masjid diatur dengan lebih optimal dan beberapa pintu khusus disediakan bagi lansia serta penyandang disabilitas.
Situasi yang sama juga terjadi di Masjid Nabawi di Madinah. Ribuan jamaah berkumpul untuk menunaikan salat malam dalam suasana damai dan tertib. Otoritas setempat membuka seluruh gerbang masjid, menata area dalam masjid, atap, serta halaman agar dapat menampung jamaah dalam jumlah besar. Berbagai layanan kebersihan, operasional, hingga distribusi air juga ditingkatkan selama sepuluh malam terakhir Ramadhan.
Baca Juga : 6 Jenis Tawaf Haji & Umroh Yang Jarang Orang Ketahui!
Keutamaan Qiyamul Lail di 10 Malam Terakhir Ramadhan
Qiyamul Lail secara harfiah berarti menghidupkan malam dengan ibadah. Amalan ini dilakukan setelah masuk waktu Isya hingga menjelang fajar. Banyak orang mengira Qiyamul Lail hanya berarti salat tahajud, padahal sebenarnya cakupannya lebih luas.
Qiyamul Lail dapat diisi dengan berbagai amalan sunnah seperti salat tahajud, salat witir, dzikir, membaca Al-Qur’an, berdoa, hingga memperbanyak istighfar. Sementara itu, tahajud sendiri merupakan salat yang dilakukan setelah seseorang bangun dari tidur.
Waktu Qiyamul Lail dibagi menjadi tiga bagian malam, yaitu sepertiga malam pertama, kedua, dan terakhir. Namun waktu yang paling utama adalah sepertiga malam terakhir, sekitar pukul 03.00 dini hari hingga menjelang subuh. Pada waktu inilah doa-doa diyakini lebih mustajab.
Rasulullah SAW bersabda:
وَعَنْ أَبِي أُمَامَةَ – رَضِيَ اللهُ عَنْهُ – قَالَ : قِيْلَ لِرَسُولِ اللهِ – صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ – : أَيُّ الدُّعاءِ أَسْمَعُ ؟ قَالَ : (( جَوْفَ اللَّيْلِ الآخِرِ ، وَدُبُرَ الصَّلَواتِ المَكْتُوباتِ )) . رَوَاهُ التِّرْمِذِيُّ ،وَقَالَ : (( حَدِيْثٌ حَسَنٌ )) .
Dari Abu Umamah radhiyallahu ‘anhu, berkata, “Ditanyakan kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, ‘Doa apa yang paling didengarkan?’ Beliau bersabda, ‘Doa pada pertengahan malam terakhir dan pada setiap selesai shalat wajib.’” (HR. Tirmidzi, ia katakan hadits ini hasan)
Selain menjadi waktu mustajab untuk berdoa, Qiyamul Lail juga memiliki banyak keutamaan lainnya. Di antaranya adalah menjadi sebab dikabulkannya doa, mengangkat derajat seorang hamba di hadapan Allah SWT, serta menjadi kebiasaan orang-orang saleh sejak dahulu.
Yang paling istimewa, Qiyamul Lail di sepuluh malam terakhir Ramadhan menjadi salah satu cara untuk meraih Lailatul Qadar. Rasulullah SAW bersabda bahwa siapa saja yang menghidupkan malam Lailatul Qadar dengan iman dan mengharap pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.
Karena itulah, umat Islam dianjurkan untuk memaksimalkan ibadah pada malam-malam ganjil di sepuluh malam terakhir Ramadhan, seperti malam ke-21, 23, 25, 27, dan 29. Bagi jamaah yang sedang berada di Tanah Suci, kesempatan ini tentu menjadi momen yang sangat berharga dan tidak datang setiap saat.

Menunaikan ibadah di Tanah Suci pada bulan Ramadhan memang menjadi impian banyak umat Islam. Jika sahabat juga ingin merasakan suasana ibadah yang begitu khusyuk di Masjidil Haram dan Masjid Nabawi, sahabat bisa merencanakan perjalanan umroh bersama Low Cost Umroh yang menawarkan paket umroh dengan harga terjangkau serta pelayanan yang nyaman dan terpercaya.
Yuk, mulai rencanakan perjalanan ibadah sahabat dari sekarang dan rasakan pengalaman beribadah langsung di Tanah Suci.
Hubungi tim Low Cost Umroh untuk mendapatkan informasi paket umroh terbaik dan jadwal keberangkatan terdekat.



