
6 Tiang Istimewa Di Raudhah Yang Jarang Diketahui Jemaah!
Mengenal 6 tiang istimewa di Raudhah Masjid Nabawi yang penuh sejarah. Nomor 5 disebut paling mustajab dan jadi rebutan jemaah untuk shalat.

Setiap sahabat yang berkunjung ke Madinah, ada satu tempat istimewa yang hampir pasti masuk dalam daftar impian yaitu Raudhah. Area mulia yang berada di Masjid Nabawi ini dikenal sebagai salah satu tempat paling mustajab untuk berdoa. Bahkan Rasulullah ﷺ sendiri menyebutnya sebagai taman dari taman-taman surga.
Raudhah atau Raudhah Al-Jannah terletak di antara rumah Rasulullah ﷺ (yang kini menjadi makam beliau) dan mimbar Nabi. Di kawasan inilah juga terdapat makam Khalifah Abu Bakar Ash-Shiddiq RA dan Umar bin Khattab RA, dua sahabat terdekat Rasulullah ﷺ. Tak heran jika Raudhah selalu dipenuhi jemaah yang ingin memanjatkan doa terbaiknya.
Secara visual, Raudhah sangat mudah dikenali. Permadaninya berwarna hijau dengan kombinasi putih dan abu-abu yang kontras dengan karpet merah di area Masjid Nabawi lainnya. Luasnya sekitar 330 meter persegi dan ditopang oleh tiang-tiang putih yang masing-masing memiliki sejarah dan nilai filosofis yang mendalam.
مَا بَيْنَ بَيْتِى وَمِنْبَرِى رَوْضَةٌ مِنْ رِيَاضِ الْجَنَّةِ
“Antara rumahku & mimbarku terdapat taman di antara taman surga.”
(H.R. Bukhari)
6 Tiang Istimewa di Raudhah
Dilansir dari Himpuh, Raudhah tidak hanya istimewa karena lokasinya, tetapi juga karena keberadaan pilar-pilar bersejarah yang disebut usthuwaanah. Setiap tiang menyimpan kisah perjuangan, ibadah, dan keteladanan Rasulullah ﷺ serta para sahabat.
1. Usthuwanah al-Mukhallaqah

Usthuwanah al-Mukhallaqah terletak di belakang mihrab Rasulullah ﷺ. Nama al-Mukhallaqah bermakna sesuatu yang diberi wewangian. Tak heran jika tiang ini dijuluki sebagai Tiang Wangi, karena hingga hari ini rutin dibersihkan menggunakan air mawar dan disemprotkan minyak wangi.
Menurut riwayat, orang pertama yang memberi wewangian pada Masjid Nabawi adalah Utsman bin Affan RA. Bahkan Rasulullah ﷺ sempat melaksanakan shalat wajib di pilar ini selama beberapa hari setelah perubahan arah kiblat. Para sahabat pun berlomba-lomba shalat di dekatnya karena melihat kebiasaan Rasulullah ﷺ di tempat ini.
2. Usthuwanah Aisyah

Usthuwanah Aisyah berada paling dekat dengan mihrab Rasulullah ﷺ dan terletak di tengah Raudhah. Tiang ini juga dikenal dengan sebutan Usthuwanah al-Qur’ah atau tiang undian, karena dahulu para sahabat sampai harus diundi untuk bisa shalat di dekatnya.
Tiang ini dinamai Usthuwanah Aisyah sebagai bentuk penghormatan atas perjuangan Ummul Mukminin Aisyah RA dalam menyebarkan Islam. Rasulullah ﷺ pernah menjadikan tempat ini sebagai lokasi shalat sunnah, sehingga diyakini memiliki keutamaan tersendiri bagi jemaah yang berdoa di sekitarnya.
Baca Juga : Subhanallah! Jejak Sejarah Mimbar Nabi SAW Ini Bikin Kagum!
3. Usthuwanah al-Taubah

Usthuwanah al-Taubah berada di deretan pertama dekat mimbar Rasulullah ﷺ. Tiang ini juga dikenal sebagai Usthuwanah Abu Lubabah, merujuk pada kisah sahabat Nabi bernama Abu Lubabah RA yang menyesali kesalahannya dan bertobat dengan cara mengikat dirinya pada tiang masjid.
Selama beberapa hari, Abu Lubabah mengikat diri hingga Allah SWT menerima taubatnya. Rasulullah ﷺ sendiri yang kemudian melepaskan ikatan tersebut. Karena kisah inilah, tiang ini dikenal sebagai simbol taubat dan keikhlasan. Rasulullah ﷺ juga sering melaksanakan shalat sunnah di sekitar tiang ini, sehingga jemaah dianjurkan berdoa dengan berdiri dekat atau di depannya.
4. Usthuwanah as-Sarir

Usthuwanah as-Sarir merupakan tiang yang lokasinya paling dekat dengan arah kiblat. As-sarir berarti ranjang, karena di sinilah Rasulullah ﷺ biasa beristirahat saat i’tikaf.
Dikisahkan, ranjang Rasulullah ﷺ terbuat dari pelepah kurma, sementara bantalnya berasal dari kulit yang diisi ijuk. Kesederhanaan ini menjadi pengingat bagi sahabat tentang bagaimana Rasulullah ﷺ menjalani hidup dengan penuh kezuhudan, meski beliau adalah manusia paling mulia.
5. Usthuwanah al-Haras

Usthuwanah al-Haras dikenal juga dengan nama Usthuwanah Ali bin Abi Thalib. Tiang ini menandai jalur Rasulullah ﷺ masuk ke Masjid Nabawi melalui kamar Aisyah RA.
Disebut sebagai pilar penjagaan karena para sahabat, khususnya Ali bin Abi Thalib RA, sering berjaga di sekitar tempat ini demi melindungi Rasulullah ﷺ. Di sinilah Rasulullah ﷺ duduk ketika bertemu masyarakat, hingga turun firman Allah SWT yang menegaskan bahwa Allah sendiri yang akan menjaga Nabi-Nya dari gangguan manusia.
6. Usthuwanah al-Wufud

Usthuwanah al-Wufud terletak di belakang tiang al-Haras dari sisi utara. Di tempat inilah Rasulullah ﷺ biasa menyambut para utusan dan tamu dari berbagai kabilah Arab yang datang ke Madinah untuk menerima ajaran Islam.
Rasulullah ﷺ sering bersandar pada batang pohon kurma di area ini, menjadikannya saksi bagaimana Islam disampaikan dengan kelembutan dan kebijaksanaan kepada para pendatang.
Menyempurnakan Perjalanan Ibadah di Tanah Suci
Mengunjungi Raudhah dan mengenal pilar-pilar bersejarah di dalamnya bukan sekadar wisata religi, tetapi juga perjalanan hati yang penuh makna. Setiap sudutnya mengajarkan tentang keteladanan, kesabaran, dan kecintaan Rasulullah ﷺ kepada umatnya.

Agar sahabat bisa beribadah dengan lebih khusyuk dan tenang, perjalanan umroh tentu perlu dipersiapkan dengan matang. Mulai dari fasilitas, kenyamanan, hingga pendampingan yang amanah selama di Tanah Suci.
Bersama Low Cost Umroh, sahabat bisa merasakan umroh murah yang tetap nyaman dan aman. Seluruh fasilitas sudah all in, mulai dari tiket pesawat, hotel strategis, konsumsi, hingga bimbingan ibadah oleh pembimbing berpengalaman. Perjalanan diatur dengan rapi agar sahabat bisa fokus beribadah tanpa khawatir soal teknis.

Low Cost Umroh juga dikenal dengan pelayanan yang ramah, transparan, dan sesuai regulasi resmi, sehingga sahabat bisa melangkah ke Tanah Suci dengan hati yang lebih tenang dan penuh keyakinan.
Kini saatnya sahabat mewujudkan impian beribadah ke Tanah Suci dengan nyaman dan terjangkau.
Yuk, wujudkan umroh impian sahabat sekarang juga!



