Miris! Jabal Rahmah Jadi Sasaran Vandalisme, Kok Bisa?

Jabal Rahmah dicorat-coret jemaah dengan nama, doa, hingga foto KTP. Tindakan ini termasuk vandalisme dan dilarang pemerintah Arab Saudi.

Gambar 1 : Perbuatan Sesat dari Jemaah Mencoreti Tugu dan Batu di Jabal Rahmah Kota Mekah

Siapa sangka tempat yang begitu sakral dan penuh makna justru sering jadi korban vandalisme? Jabal Rahmah, yang dikenal sebagai bukit pertemuan Nabi Adam dan Siti Hawa, kini tak hanya dipenuhi doa, tapi juga coretan, tempelan foto, hingga kertas berisi curahan hati. Padahal, niat awal datang ke sana tentu untuk mendekatkan diri kepada Allah, bukan meninggalkan jejak yang merusak keindahan dan nilai sejarahnya.

Dalam ajaran Islam, Jabal Rahmah diyakini sebagai tempat bertemunya kembali Nabi Adam dan Siti Hawa setelah “terusir” dari surga. Kini, bukit ini menjadi salah satu destinasi ziarah favorit jemaah haji dan umrah yang ingin memanjatkan doa, terutama doa tentang jodoh, keluarga, dan keberkahan hidup.

Fenomena Vandalisme di Tempat Suci

Gambar 2 : Jamaah Indonesia juga ikut mencoret-coret di Jabal Rahmah

Sayangnya, banyak jemaah yang berbuat tidak pada tempatnya. Mereka meninggalkan foto, KTP, atau kertas bertuliskan harapan cinta yang diselipkan di sela-sela bebatuan. Alih-alih mempercepat terkabulnya doa, benda-benda ini justru berubah menjadi sampah yang mengotori kawasan bersejarah.

Tak berhenti di situ, coret-coret dinding batu dengan spidol juga makin marak. Nama pribadi, nama pasangan, hingga pesan romantis memenuhi permukaan batu, membuatnya tampak seperti “tato” di tubuh manusia. Fenomena serupa bahkan juga ditemukan di situs bersejarah lain di Mekkah seperti Jabal Nur, Jabal Tsur, dan Hudaibiyah yang ironisnya sering menampilkan nama-nama khas Indonesia.

Baca Juga : Saudi Akan Tindak Tegas Jaringan Pengemis di Dua Kota Suci!

Aturan Ketat dan Upaya Pemerintah Saudi

Gambar 3 :Tugu Jabal Rahmah yang Sudah di Cat Hitam Kembali di Vandalisme (Sumber : @seputarkotaharamain )

Perlu Sahabat tahu, Pemerintah Arab Saudi sudah menetapkan aturan tegas terkait vandalisme di tempat suci. Ada denda resmi bagi siapa pun yang tertangkap mencoret-coret fasilitas umum, termasuk tugu dan tenda jemaah. Bahkan di Mina, jika ditemukan coretan di tenda, jemaah bisa dikenai biaya tambahan untuk pembersihan.

Padahal dulu tugu Jabal Rahmah dicat putih. Karena sering dicoret spidol hitam, pemerintah mengecat ulang menjadi hitam agar tidak terlihat kotor. Namun, sebagian jemaah tetap mencari cara mereka beralih menggunakan spidol putih. Ini menunjukkan bahwa masalahnya bukan pada warna cat, tapi pada kesadaran kita sebagai tamu di Tanah Suci.

berdoa tidak perlu ditulis di batu, ditempel di tugu, atau diselipkan di celah bebatuan. Allah Maha Mendengar, tanpa perlu kita meninggalkan “jejak fisik” di tempat suci. Justru menjaga kebersihan dan kelestarian situs bersejarah adalah bagian dari adab ibadah.

Yuk, jadi jemaah yang lebih bijak: datang dengan niat tulus, pulang tanpa meninggalkan sampah, dan biarkan Jabal Rahmah tetap indah sebagai saksi sejarah, bukan papan coretan.

Bermanfaat? Yuk, Share Ke Sesama Sahabat!

Leave a Reply

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *